Kemenperin Gandeng Perusahaan Jepang Olah Limbah Sawit Jadi Bahan Baku Kertas

Kemenperin Gandeng Perusahaan Jepang Olah Limbah Sawit Jadi Bahan Baku Kertas
Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI  menggandeng perusahaan Jepang untuk mengembangkan produk bubur kertas dan pulp dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS).   Baca juga:Kemenperin Dorong Industri Jepang Perkuat Rantai Pasok di IndonesiaKesiapan Masuki Era Industri 4.0, Kemenperin Gandeng JETRORealisasi Anggaran Kemenperin 2019 Capai 92%, Agus Sebut Capaian Luar BiasaMenperin Agus Gumiwang: Jepang Akan Berinvestasi di Indonesia Rp 40 Triliun   Dalam kultwit di akun Twitter Kemenperin, @Kemenperin_RI, Rabu (12/2/2020), disebutkan upaya strategis ini direalisasikan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) bersama konsorsium PIC Co., Ltd dan Taizen Co., Ltd, yang bergerak di bidang manufaktur serta penjualan mesin industi pulp dan kertas. Langkah sinergi ini dilakukan melalui program Japan International Cooperation Agency (JICA). Secara mekanis teknologi yang digunakan dari Taizen Co., Ltd, di mana limbah TKKS tersebut bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk industri kertas dan karton. Halaman selanjutnya Kemenperin berharap melalui kolaborasi ini diharapkan industri pulp dan kertas dapat lebih mandiri dan tidak lagi tergantung pada kertas jenis old corrugated cardboard (OCC). Selain itu, untuk industri minyak sawit, juga memiliki keuntungan dengan dapat mengurangi biaya proses pengolahan dan pembuangan hasil samping yang selama ini dilakukan. Kemenperin menjelaskan, tim PIC & Taizen telah mendatangkan teknologi Taizen dari Jepang ke Indonesia untuk dioperasikan di lingkungan BBPK Bandung. Diharapkan teknologi ini berkontribusi dalam penyelesaian masalah lingkungan di Indonesia, terutama industri kelapa sawit serta industri pulp dan kertas. Selama ini industri pulp dan kertas berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2019 industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman menyumbang 3,95%  terhadap industri pengolahan nonmigas dgn pertumbuhan 8,14%. Bahkan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia menilai permintaan domestik maupun global masih terus meningkat hingga 2%. Kebutuhan kertas saat ini didominasi untuk packaging. Salah satunya diserap industri kertas kemas berupa kertas medium dan liner untuk  memproduksi kotak karton kemasan. Guna memasok permintaan tersebut sekaligus mengganti bahan baku impor, bahan baku alternatif yang mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan adalah TKKS. Apalagi Indonesia memiliki keunggulan terhadap produksi kelapa sawit. Selain itu, sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong program hilirisasi yang bertujuan dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Halaman selanjutnya Merujuk data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian sepanjang 2019 luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia diperkirakan sekitar 14,68 juta hektar, dengan jumlah produksi mencapai 51,8 juta ton per tahun atau terbesar di dunia. Setiap satuan berat tandan buah segar (TBS) sawit, diproyeksi bisa menghasilkan 21-23% TKKS. Selama ini TKKS tersebut lebih banyak digunakan untuk pupuk kebun atau bahan bakar industri CPO. Diperkirakan dengan kondisi saat ini kebun kelapa sawit dapat memenuhi kebutuhan bahan baku kertas karton (medium linear) mencapai 45 juta ton. (arh)