WHO Siap Jadikan Corona China sebagai Darurat Dunia!

WHO Siap Jadikan Corona China sebagai Darurat Dunia!
Penyebaran wabah virus ‘mematikan’ corona dari Wuhan, China, ke segala penjuru dunia, membuat keresahan dan kepanikan. Hingga Kamis pagi (30/1/2020), jumlah negara yang terjangkiti virus Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) sudah mencapai 18 negara. Mulai dari negara-negara tetangga China di Asia, seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Hingga ke negara-negara Eropa dan Amerika, termasuk Jerman, Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, jumlah korban meninggal di China akibat virus yang mirip Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) ini sudah mencapai mencapai 170 orang dan kasus terkonfirmasi mencapai 7.711 di seluruh dunia. Akibat tingginya tingkat ancaman coronavirus, mulai Rabu kemarin, sudah ada berbagai negara yang melakukan evakuasi terhadap warga negaranya yang ada di Wuhan. Berbagai maskapai besar dunia juga telah menangguhkan penerbangan ke China, demi menghindari penyebaran virus mematikan tersebut. Kepanikan dan ketakutan ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk mengadakan rapat kembali guna menentukan apakah wabah coronavirus ini bisa disebut sebagai darurat global. "Dalam beberapa hari terakhir perkembangan virus terutama di beberapa negara, terutama penularan dari manusia ke manusia, membuat kami khawatir," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa. "Meskipun jumlah di luar China masih relatif kecil, mereka memiliki potensi wabah yang jauh lebih besar." lanjutnya. Sebelumnya, dari hasil rapat pekan lalu, WHO hanya menyatakan virus corona yang baru sebagai "keadaan darurat di China". https://www.youtube.com/watch?v=9dw2VxOVUak Ikea Tutup Puluhan Toko di China Perusahaan furnitur raksasa Swedia, Ikea hari Rabu (29/1) mengatakan untuk sementara waktu telah menutup separuh dari 30 toko di China daratan sampai pemberitahuan lebih lanjut di tengah kekhawatiran atas virus baru corona yang mematikan. "Menanggapi seruan pemerintah China untuk pengendalian penyakit secara ketat dan efektif, Ikea Retail China untuk sementara waktu akan menutup sekitar separuh dari tokonya di China daratan sampai pemberitahuan lebih lanjut, efektif mulai 29 Januari," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Pihak berwenang China hari Rabu mengatakan jumlah kematian yang dikonfirmasi dalam wabah itu telah meningkat menjadi 132 di seluruh negeri, dengan total infeksi yang dikonfirmasi sekarang hampir 6.000. Sementara itu, maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa hari Rabu mengatakan pihaknya membatalkan semua penerbangan ke China daratan sampai 9 Februari, karena meningkatnya kekhawatiran akan virus corona yang mematikan itu. Grup perusahaan Lufthansa, salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Eropa, mengatakan keputusan itu juga berlaku untuk penerbangan yang dijalankan oleh anak perusahaannya, Swiss dan Austrian Airlines. Masing-masing maskapai itu akan terbang untuk "terakhir kalinya" ke tujuan masing-masing di China untuk memberi penumpang dan awak " kesempatan untuk kembali ke Jerman, Swiss dan Austria", kata grup perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Pengumuman itu muncul setelah sejumlah negara - termasuk Amerika, Inggris dan Jerman - menyarankan warga untuk menghindari perjalanan tidak penting ke China karena khawatir dengan penyebaran virus itu, yang kini telah menewaskan lebih dari 130 orang. https://www.youtube.com/watch?v=rYzLjxoJwdk British Airways sebelumnya menjadi maskapai besar pertama yang mengumumkan penangguhan total penerbangan ke dan dari China daratan. Maskapai Indonesia, Lion Air Group sejak itu menyusul, sebagaimana maskapai dari Myanmar dan Nepal. Grup Lufthansa biasanya mengoperasikan 73 penerbangan ke dan dari China daratan setiap minggu, terutama ke Beijing dan Shanghai. Keputusannya untuk menunda penerbangannya datang setelah kejadian yang dialami penerbangan Lufthansa dari Frankfurt ke Nanjing, China pada hari Rabu. Seorang penumpang China yang baru-baru ini berkunjung ke kota Wuhan, China, pusat wabah virus corona, menderita batuk-batuk selama penerbangan dan mendapat perawatan medis pada saat kedatangan. Sebagai langkah kewaspadaan, otoritas China memerintahkan agar semua penumpang yang duduk di tiga baris di belakang dan di depan laki-laki itu diberi perawatan medis. Para awak di dalam pesawat terbang itu kembali ke Jerman pada penerbangan berikutnya, kata Lufthansa dan menambahkan otoritas kesehatan Jerman telah diberi informasi. Jerman sejauh ini melaporkan empat kasus virus yang dikonfirmasi, semuanya karyawan dari perusahaan suku cadang mobil Bavaria yang baru-baru ini mendapat kunjungan dari seorang rekan dari China yang mengikuti sesi pelatihan. (CNBC/VOA) https://www.youtube.com/watch?v=4PIGiQ_jiNI