Berbagai Negara Stop Penerbangan Dari dan Ke China

Akibat penyebaran wabah ‘mematikan’ virus corona dari Wuhan, China, yang semakin mengkhawatirkan ke segala penjuru dunia, maka berbagai negara menghentikan penerbangan dari dan ke wilayah China. Salah satunya British Airways Inggis telah menutup semua jalur penerbangan langsung dari Inggris menuju China dan sebaliknya. Penutupan penerbangan ini dilakukan oleh British Airways sebagai langkah pengamanan dari merebaknya kasus virus korona Wuhan. Seperti dilansir Foxnews, Rabu (29/1/2020), keputusan tersebut diambil British Airways setelah Inggris secara resmi telah menyarankan untuk sebisa mungkin tidak melakukan penerbangan ke China. “Mohon maaf, tidak ada penerbangan langsung untuk rute ini. Penerbangan dengan koneksi sambungan ada di bawah ini,” tulis pengumuman yang tertera di situs resmi British Airways. Beragam langkah ditempuh oleh sejumlah negara guna membendung penyebaran virus corona yang telah menewaskan lebih dari 130 orang di China. Langkah ini meliputi penempatan orang-orang di karantina serta penghentian penerbangan dari dan ke wilayah-wilayah di China yang terdampak virus tersebut. Langkah lainnya adalah mengevakuasi warga mereka dari Wuhan, sebuah kota di Provinsi Hubei yang menjadi tempat awal penyebaran virus corona. Namun, hal ini tidak berlaku bagi lebih dari 50 juta warga China di Hubei. Atas perintah dari Beijing, mereka tidak boleh meninggalkan wilayah itu. Banyak negara memberlakukan langkah serupa agar pergerakan manusia yang berpotensi membawa virus dapat diminimalisir. https://www.youtube.com/watch?v=VUj2V1Exvrs Australia Australia menyatakan berencana mengarantina 600 warga mereka yang tiba dari China selama dua pekan di Pulau Christmas, sekitar 2.000 kilometer dari daratan utama. Sejak 2003, pulau itu merupakan salah satu dari beberapa lokasi penahanan orang-orang pencari suaka ke Australia. Kondisi tempat mereka tinggal dikritik oleh PBB. Pada Rabu (29/1), media pemerintah ABC melaporkan tim sepak bola perempuan China dikarantina di sebuah hotel di Brisbane, beberapa saat setelah tiba untuk melakoni pertandingan kualifikasi Olimpiade. Pihak berwenang Australia menyebut keputusan itu merupakan langkah pencegahan dan tidak ada pemain China yang menunjukkan gejala terpapar virus. Singapura Singapura menerapkan "langkah-langkah maju" guna membendung virus corona dengan menyasar sekitar 2.000 orang yang baru-baru ini bepergian ke Provinsi Hubei, sebagaimana dilaporkan The Straits Times. Mereka yang dinilai berisiko tinggi akan dikarantina. Kemudian, mereka yang baru-baru ini bertandang ke Hubei tidak akan diizinkan masuk atau transit melalui Singapura. "Ini bukan masa-masa biasa. Ini adalah situasi yang sangat cair dan berkembang cepat," kata Lawrence Wong, seorang menteri yang mengepalai satuan tugas pembendung virus corona. Turki Turki akan mulai mengevakuasi 32 warganya dari Wuhan dalam beberapa hari mendatang. Duta Besar Turki untuk China, Emin Onen, kepada stasiun televisi NTV mengatakan: "virus tidak terdeteksi (di antara warga Turki yang akan dievakuasi)". Namun, lanjutnya, mereka akan ditempatkan di karantina sementara begitu tiba di Turki sebagai langkah pencegahan. https://www.youtube.com/watch?v=lw3JExEHGdc Inggris Sebanyak 200 warga Inggris akan diterbangkan dari Wuhan pada Kamis (30/1). Mereka kemudian akan ditempatkan di karantina selama dua pekan, kemungkinan di sebuah pangkalan militer. British Airways telah menghentikan semua penerbangan langsung dari dan ke China karena wabah virus corona. Indonesia Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan opsi evakuasi WNI terbuka. Saat ini Kemlu Indonesia sedang membahas dengan Pemerintah China terkait hal tersebut. "Status lock down, status ini juga harus kita bahas dengan otoritas Tiongkok. Kemarin saya bicara dengan Menlu Australia yang juga sedang menyiapkan (evakuasi). Jadi sekali lagi opsi itu terbuka. Kita persiapkan semuanya," kata Retno. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan TNI AU telah menyiapkan tiga pesawat untuk mengangkut WNI di Wuhan dan sekitarnya. Jika evakuasi terjadi, kata Fajar, pesawat tersebut akan mendarat di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma. Kemudian, katanya, WNI dan awak kapal akan menjalani proses karantina sekitar 28 hari di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. "Nanti begitu kembali akan di karantina dulu, masuk karantina, jadi tidak langsung turun langsung bebas, tapi dikarantina dulu. Itu yang kita siapkan," kata Fajar. https://www.youtube.com/watch?v=_ztjnnV4sNY Apa yang dimaksud dengan karantina? Karantina adalah sebuah kondisi, masa, atau tempat isolasi manusia atau hewan dari suatu lokasi. Mereka ditempatkan di sana karena diduga terpapar penyakit menular atau berbahaya. Karantina dengan demikian serupa dengan isolasi, dalam konteks keduanya merupakan praktik kesehatan masyarakat yang digunakan untuk membatasi atau menghentikan penyebaran penyakit, menurut Departemen Kesehatan AS. Kendati begitu, ada perbedaannya. Isolasi digunakan untuk memisahkan pasien terpapar penyakit menular dengan mereka yang sehat. Rumah sakit memakai ruangan isolasi bagi pasien pengidap penyakit TBC, misalnya. Di sisi lain, karantina digunakan untuk memisahkan dan membatasi pergerakan manusia yang sehat, tapi mungkin terpapar penyakit menular. Mereka bisa saja tertular dan tidak mengetahuinya. Saat berada di karantina, mereka akan diamati secara saksama untuk melihat apakah mereka menjadi sakit. [caption id="attachment_303074" align="alignnone" width="640"]
Sejumlah penerbangan dari dan ke China telah dihentikan sementara. (BBC)[/caption] Sebuah pesawat AS yang mengangkut 240 penumpang, termasuk kalangan diplomat dan pengusaha, telah mendarat di Alaska dan sedang dalam perjalanan ke sebuah pangkalan militer di California selatan. Mereka "ditangani di lokasi terpencil" dan diskrining di terminal Bandara Internasional Anchorage, yang saat ini tidak digunakan oleh pesawat komersial dan tidak diakses oleh publik. AS sebelumnya mengatakan bahwa setiap penumpang yang menunjukkan gejala virus tidak akan diperbolehkan meneruskan perjalanan dan akan menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Pihak berwenang negara itu telah menempatkan pemindai panas untu mendeteksi para pelancong di lima hingga 20 bandara. Washington juga tengah mempertimbangkan larangan sementara penerbangan komersial dari dan ke China. https://www.youtube.com/watch?v=gBlX8W0wxn4 Evakuasi massal Selain negara-negara yang disebutkan di atas, sejumlah negara lain telah beraksi atau sedang merencanakan langkah evakuasi warga mereka dari Wuhan, antara lain: Jepang: Sebuah pesawat sewaan pemerintah Jepang teklah mendarat di Tokyo pada Rabu (29/1), membawa 206 warga Jepang. Ada sekitar 650 Jepang lainnya di kawasan itu yang ingin dievakuasi, menurut pihak berwenang Jepang. Korea Selatan: Seoul mengatakan akan mengirim pesawat-pesawat sewaan ke Wuhan pada Kamis (30/01) dan Jumat (31/01) untuk memulangkan warga mereka. Prancis: Sebuah pesawat akan dikirim ke Wuhan pada Kamis (30/1) untuk memulangkan antara 500 hingga 1.000 warga Prancis. Penerbangan berikutnya sedang direncanakan. Thailand: Sebuah pesawat dan tim dokter tengah disiagakan selagi pemerintah Thailand menunggu izin dari pemerintah China untuk mengevakuasi 64 warga mereka. India: Media India melaporkan, sebuah pesawat Boeing 747 sedang disiagakan di Mumbai. Delhi berencana memulangkan sekitar 250 warga mereka dari Wuhan, menurut Reuters. Sri Lanka: Kolombo menyatakan sedang mematangkan rencana untuk memulangkan 860 pelajar Sri Lanka dari China, 32 di antara mereka berada di Wuhan. Aljazair: President Abdelmadjid Tebboune meminta pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memulangkan 36 warga Aljazair, kebanyakan mahasiswa, dari Wuhan, menurut kantor berita pemerintah APS. Maroko: Sekitar 100 orang, kebanyakan pelajar di Wuhan, akan dievakuasi, demikian disebutkan media Maroko. https://www.youtube.com/watch?v=MgatGBHiI3E Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah belum memikirkan rencana evakuasi 244 WNI di provinsi Hubei, di mana 93 WNI itu adalah pelajar yang sedang belajar di Wuhan, asal mula penyebaran virus corona. "Berdasarkan hasil rapat di Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hari ini, pemerintah berkesimpulan belum perlu melakukan tindakan-tindakan darurat," kata Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Selasa (28/1/2020), seperti dilansir media online. Padahal, Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Provinsi Hubei, China, mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi mereka dari kota itu. Yuliannova Chaniago, mahasiswi Indonesia yang sudah tinggal di Wuhan selama tiga tahun terakhir mengaku kini hidup penuh ketidakpastian setelah kota itu diisolasi akibat wabah virus corona. Dia mengungkapkan, saat ini temannya sesama mahasiswa telah dievakuasi oleh negaranya keluar dari Wuhan. "Ibu Menlu jemput kami, teman-teman kami dari negara German, Jepang, Syiria, Palestine, Jordan mereka sudah keluar dari dormitory," kata Yuliannova lewat akun Twitter, Rabu (29/1). Menurutnya, kini hidup di Kota Wuhan penuh dengan kekhawatiran di mana ambulans mondar-mandir membawa pasien sudah menjadi pemandangan umum. "Kami ini adalah korban di Virus Corona bu. Tempat tinggal kami jauh dari Indonesia." "Kami memang bisa bertahan tapi ini sudah 6 hari tanpa kejelasan kapan status lockdown ini berakhir. Kami mohon bawa kami keluar dari Kota Wuhan. Kota ini tidak sehat bu," kata mahasiswa S3 Central China Normal University itu. (BBC News Indonesia/RED) https://www.youtube.com/watch?v=eknDUlRXZvs
Sejumlah penerbangan dari dan ke China telah dihentikan sementara. (BBC)[/caption] Sebuah pesawat AS yang mengangkut 240 penumpang, termasuk kalangan diplomat dan pengusaha, telah mendarat di Alaska dan sedang dalam perjalanan ke sebuah pangkalan militer di California selatan. Mereka "ditangani di lokasi terpencil" dan diskrining di terminal Bandara Internasional Anchorage, yang saat ini tidak digunakan oleh pesawat komersial dan tidak diakses oleh publik. AS sebelumnya mengatakan bahwa setiap penumpang yang menunjukkan gejala virus tidak akan diperbolehkan meneruskan perjalanan dan akan menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Pihak berwenang negara itu telah menempatkan pemindai panas untu mendeteksi para pelancong di lima hingga 20 bandara. Washington juga tengah mempertimbangkan larangan sementara penerbangan komersial dari dan ke China. https://www.youtube.com/watch?v=gBlX8W0wxn4 Evakuasi massal Selain negara-negara yang disebutkan di atas, sejumlah negara lain telah beraksi atau sedang merencanakan langkah evakuasi warga mereka dari Wuhan, antara lain: Jepang: Sebuah pesawat sewaan pemerintah Jepang teklah mendarat di Tokyo pada Rabu (29/1), membawa 206 warga Jepang. Ada sekitar 650 Jepang lainnya di kawasan itu yang ingin dievakuasi, menurut pihak berwenang Jepang. Korea Selatan: Seoul mengatakan akan mengirim pesawat-pesawat sewaan ke Wuhan pada Kamis (30/01) dan Jumat (31/01) untuk memulangkan warga mereka. Prancis: Sebuah pesawat akan dikirim ke Wuhan pada Kamis (30/1) untuk memulangkan antara 500 hingga 1.000 warga Prancis. Penerbangan berikutnya sedang direncanakan. Thailand: Sebuah pesawat dan tim dokter tengah disiagakan selagi pemerintah Thailand menunggu izin dari pemerintah China untuk mengevakuasi 64 warga mereka. India: Media India melaporkan, sebuah pesawat Boeing 747 sedang disiagakan di Mumbai. Delhi berencana memulangkan sekitar 250 warga mereka dari Wuhan, menurut Reuters. Sri Lanka: Kolombo menyatakan sedang mematangkan rencana untuk memulangkan 860 pelajar Sri Lanka dari China, 32 di antara mereka berada di Wuhan. Aljazair: President Abdelmadjid Tebboune meminta pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memulangkan 36 warga Aljazair, kebanyakan mahasiswa, dari Wuhan, menurut kantor berita pemerintah APS. Maroko: Sekitar 100 orang, kebanyakan pelajar di Wuhan, akan dievakuasi, demikian disebutkan media Maroko. https://www.youtube.com/watch?v=MgatGBHiI3E Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah belum memikirkan rencana evakuasi 244 WNI di provinsi Hubei, di mana 93 WNI itu adalah pelajar yang sedang belajar di Wuhan, asal mula penyebaran virus corona. "Berdasarkan hasil rapat di Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hari ini, pemerintah berkesimpulan belum perlu melakukan tindakan-tindakan darurat," kata Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Selasa (28/1/2020), seperti dilansir media online. Padahal, Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Provinsi Hubei, China, mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi mereka dari kota itu. Yuliannova Chaniago, mahasiswi Indonesia yang sudah tinggal di Wuhan selama tiga tahun terakhir mengaku kini hidup penuh ketidakpastian setelah kota itu diisolasi akibat wabah virus corona. Dia mengungkapkan, saat ini temannya sesama mahasiswa telah dievakuasi oleh negaranya keluar dari Wuhan. "Ibu Menlu jemput kami, teman-teman kami dari negara German, Jepang, Syiria, Palestine, Jordan mereka sudah keluar dari dormitory," kata Yuliannova lewat akun Twitter, Rabu (29/1). Menurutnya, kini hidup di Kota Wuhan penuh dengan kekhawatiran di mana ambulans mondar-mandir membawa pasien sudah menjadi pemandangan umum. "Kami ini adalah korban di Virus Corona bu. Tempat tinggal kami jauh dari Indonesia." "Kami memang bisa bertahan tapi ini sudah 6 hari tanpa kejelasan kapan status lockdown ini berakhir. Kami mohon bawa kami keluar dari Kota Wuhan. Kota ini tidak sehat bu," kata mahasiswa S3 Central China Normal University itu. (BBC News Indonesia/RED) https://www.youtube.com/watch?v=eknDUlRXZvs 




























