Kementerian PUPR Targetkan Bangun 2.100 Km Pengendali Banjir dan Pengaman Pantai

Kementerian PUPR Targetkan Bangun 2.100 Km Pengendali Banjir dan Pengaman Pantai
Bandung, Obsessionnews.com - Kabinet Indonesia Maju  di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk periode lima tahun ke depan bervisi tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur, khususnya melanjutkan dan memanfaatkan yang telah dibangun. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljonomengatakan, di bidang sumber daya air Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian 45 bendungan on going dan 15 bendungan baru, pembangunan 1.000 embung, 500 ribu Ha jaringan irigasi baru, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 2,5 juta Ha, dan 2.100 Km pengendali banjir dan pengaman pantai.   Baca juga:Basuki Birokrat yang Sangat AndalMenteri Basuki Berperan Kurangi Disparitas AntarwilayahBasuki Hadimuljono Menteri yang Tak Mau Pakai WhatsApp, Apa Alasannya?   Hal itu diungkapkan Basuki dalam sidang terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/1/2020). Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis, Jumat (17/1), dalam kesempatan tersebut Basuki menuturkan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir sangat penting dalam upaya mengurangi dampak bencana banjir bagi masyarakat. Sejak akhir 1990-an konsep penanganan banjir mengalami perubahan dari semula flood control yang difokuskan pada badan sungai di ruas tengah dan hilir sungai menjadi flood management dengan penanganan secara terpadu dari hulu hingga hilir sungai, ”Pendekatan ini mulai diterapkan pada kegiatan North Java Flood Control Sector Project dan South Java Flood Control Sector Project,” terangmya. Halaman selanjutnya Sebagai ilustrasi penerapan flood management, menurut Basuki, penanganan banjir pada Sungai Citarum secara terpadu dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Hingga 2019 telah dilaksanakan pembangunan Terowongan Nanjung, peningkatan kemampuan sungai dan anak sungai S. Cikijing, S. Cimande, S. Cikeruh, serta pembangunan kolam Cienteung yang dapat dioperasikan sejak tahun 2018 terutama untuk mengendalikan banjir Sungai Cigado dan Citarum di daerah Cienteung. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden RI (2004-2009 dan 2014-2019) M Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, ‎Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy‎, beberapa anggota Komisi V DPR, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta sejumlah mantan Menteri PU. (arh)