Sudah Ada Pasukan TNI, Kenapa Kapal China Tetap Dibiarkan Tidak Ditembak?

Sudah Ada Pasukan TNI, Kenapa Kapal China Tetap Dibiarkan Tidak Ditembak?
Jakarta, Obsessionnews.com - Wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, tengah menjadi sorotan publik karena kapal pencari ikan dan coast guard China dengan seenaknya memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang masih masuk dalam wilayah kedaulatan NKRI.   Baca juga:Jokowi Tegaskan Laut Natuna Masuk Teritorial NKRIJokowi akan Bertemu Ratusan Nelayan di NatunaPeta Laut Natuna dan Sederet Kekayaan yang Ada di Dalamnya   Sebagai bentuk respons atas protes publik yang dianggap pemerintah lemah menyikapi kapal-kapal asing. TNI langsung mengirimkan pasukan dan peralatan tempur ke Natuna, untuk melakukan penjagaan ketat atas wilayah perairan Indonesia. Namun, meski sudah banyak pasukan TNI dengan persenjataan tempur yang lengkap. Kapal-kapal China tetap bertebaran di laut Natuna, mereka masih bisa melakukan pencurian ikan. Mengapa TNI membiarkan tidak menembak kapal-kapal China sehingga mereka pergi? Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi mengatakan, sejauh ini kapal-kapal dari Negeri Tirai Bambu masih bercokol di situ. Ibaratnya, kata dia, kapal-kapal ini seperti penghuni liar di kawasan milik seseorang, namun penghuni liar tersebut emoh disuruh pergi. "Maka kita harus hadir di situ (Natuna)," kata Fajar belum lama ini. Cara supaya kapal-kapal asing itu pergi adalah dengan menduduki perairan itu. Kini sudah ada delapan kapal perang milik TNI yang ada di laut Natuna. Kapal-kapal itu punya kemampuan menembak. Hanya saja, TNI tidak mau menembak. Kenapa kapal perang RI tidak menembak supaya mereka enyah dari wilayah hak kedaulatan NKRI? "Kenapa tidak ditembak? Kita tidak dalam kondisi perang," kata Fajar. Menurutnya, pengusiran tidak bisa dilakukan dengan tembakan dari kapal-kapal perang RI. Dia menjelaskan, kapal-kapal China yang ada di lokasi adalah kapal pencari ikan. Mereka mengklaim punya hak untuk mengambil ikan. Padahal, tak ada landasan legal di dunia internasional yang memperkuat klaim mereka. Penjelasan kedua kenapa kapal perang RI tidak menembak berkaitan dengan status kapal-kapal China itu sendiri. "Kedua, yang datang ke sini adalah kapal pemerintah, bukan kapal perang. Kapal negara asing itu bukan kapal yang datang ke sini untuk perang atau invasi, melainkan dia adalah kapal coast guard, kapal sipil, non-military target," kata Fajar. Delapan kapal perang RI di Natuna saat ini berjenis korvet, fregat, dan oiler (tanker). Kapal korvet mempunyai kemampuan pertahanan di permukaan, anti-kapal selam, anti-serangan udara, dan melancarkan serangan udara. Kapal fregat punya kemampuan seperti korvet, bahkan berukuran lebih besar ketimbang korvet. Namun kapal-kapal ini tak melepas tembakan ke arah kapal-kapal China. "Ini bukan operasi tempur, hanya mengusir kapal," kata Fajar. (Albar)