Setelah City Tour Dipastikan Arus Wisman ke Tanjungpinang Naik

Setelah City Tour Dipastikan Arus Wisman ke Tanjungpinang Naik
Jakarta, Obsessionnews.com - Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 yang tergabung dalam program city tour diajak mengeksplorasi berbagai destinasi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Peserta yang terdiri dari 20 yacht (pengguna kapal ringan yang didorong oleh layar) berasal dari 16 negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belanda, Jerman dan New Zealand. City tour dimulai dengan mengunjungi Vihara Avalokitesvara Graha, Tanjungpinang, yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di ASEAN. Kemudian peserta diajak ke Klenteng Tao Sa Kong, Senggarang, Tanjungpinang. Tak hanya itu, pengalaman peserta city tour semakin lengkap dengan wisata belanja ke Tanjungpinang City Center (TCC). Baca juga: FBK 2019 Jadi Media Branding yang Efektif Tarik Wisman ke Indonesia Dengan begitu, rangkaian city tour ini akan menaikkan arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanjungpinang. Apalagi, destinasi ini didukung oleh poros laut yang bagus, sebab Kota Tanjungpinang terhubung langsung dengan Singapura dan Malaysia. “Pergerakan wisatawannya dari poros ini menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I KemenparekrafDessy Ruhati dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Jumat (8/11/2019). Selain ke kawasan shopping center, peserta juga diajak mengunjungi Laman Boenda dengan view suasana laut terbaik. Destinasi ini memiliki Gedung Gonggong, salah satu ikon dari Kota Tanjungpinang. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani mengungkapkan, setelah festival dan program city tour ini, arus wisman di Tanjungpinang dipastikan terkoreksi naik. “Arus itu akan terus membesar dalam jangka panjang. Sebaran paspor wisman dominannya juga makin beragam,” ujar Rizki. Baca juga: City Tour Jadi ‘Treatment’ Promosi yang Ideal untuk Tanjungpinang Sebab, posisi Tanjungpinang yang strategis memang sangat efisien untuk menarik kunjungan wisatawan yang masuk melalui jalur laut. Melalui jalur laut, pergerakan wisman di Tanjungpinang cukup kompetitif. Dia memaparkan, sepanjang Januari-September 2018, Tanjungpinang dikunjungi 102.744 orang wisman. Angka ini naik 24,83 persen dari periode sama tahun 2017 dengan angka riil 82.304 orang. Sementara itu, data yang di paparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) soal kunjungan wisman ke Tanjungpinang dari Januari-September 2019 sebanyak 128.609 orang wisman. "Untuk itu, kami terus merekomendasikan Tanjungpinang sebagai destinasi untuk berlibur. Alam dan budayanya eksotis," pungkas Rizki. (Poy)