Sabtu, 16 November 19

FBK 2019 Jadi Media Branding yang Efektif Tarik Wisman ke Indonesia

FBK 2019 Jadi Media Branding yang Efektif Tarik Wisman ke Indonesia
* menabuh Rebana di Festival Bahari Kepri (FBK) 2019, Tanjungpinang, Kepri. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Festival Bahari Kepri (FBK) 2019 resmi dibuka di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (5/11/2019). Festival tersebut akan berlangsung hingga 10 November 2019 dengan 14 kegiatan seni dan budaya menjadi ajang untuk mempromosikan budaya Melayu kepada wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, FBK 2019 ini menjadi media branding yang efektif untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman). Dengan festival ini, destinasi Tanjungpinang semakin mendunia.

“Kami juga akan dorong destinasi Pulau Penyengat agar semakin populer. Destinasi ini luar biasa karena kental dengan nuansa budaya Melayu dan bahari,” ujar Isdianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (7/11).

Pembukaan FBK 2019 digelar di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepri. Para tamu undangan disajikan atraksi Tari Sekapur Sirih. Tarian tradisional ini merupakan ‘ucapan’ selamat datang khas Melayu. Suasana pembukaan makin meriah dengan aksi Oji Liga Dangdut Indonesia.

Di FBK 2019 ini, wisatawan diperkenalkan dengan permainan tradisional Gasing dalam format lomba yang telah digelar pada hari Rabu (6/11/2019). Ada juga Pertunjukan Musik dan Tari Tradisional serta Lomba Drum Band tingkat SLTA dan STLTP se-Kepri yang digelar pada Kamis (7/11/2019).

Pada hari yang sama, ikut disajikan juga Sound from The Motherland of Malay yang merupakan pertunjukan musik dan tari khas Kepri. Konten tersebut menjadi kolaborasi Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri.

FBK juga dirangkai dengan Pameran UKM Ekraf dan Foto, pada Jumat (8/11) dan ada juga Panggung Penyair dan Pentas Seni.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenparekraf Esthy Reko Astuty mengungkapkan, Kepri memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Ada banyak pulau dengan beragam karakternya. Lebih unik, di dalamnya juga hidup beragam budaya dan kearifan lokal yang menginspirasi.

“Festival ini tentu menjadi media terbaik untuk meramu warna bahari dan budaya tersebut,” ujar Esthy.

Salah satu event bahari di festival ini adalah Festival Sungai Carang yang nanti digelar pada Sabtu (9/11). Festival ini berisi parade kapal hias yang berakhir di tepi laut Tanjungpinang.

Meski demikian, festival tetap menyelipkan warna religi. Festival Bahari Kepri 2019 juga akan menggelar Tabligh Akbar: Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati mengatakan, festival ini memiliki konten-konten menarik. Untuk itu, silakan datang dan bergabung di berbagai kemeriahan konten festival.

Dengan kekuatan bahari dan budaya, kami optimistis pergerakan wisatawan akan terus positif,” ujarnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.