Survei Korn Ferry: Sangat Penting Bagi Kandidat Karyawan Menyukai Perekrut

Jakarta, Obsessionnews.com - Meskipun teknologi dalam industri perekrutan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat, para perekrut dan kandidat karyawan sepakat bahwa perekrut yang tanggap dan berwawasan luas sangat penting untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi kandidat karyawan dan menemukan kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut. Baca juga:Ribuan Karyawan Krakatau Steel Akhirnya Di-PHKKaryawan Panik Lihat Harimau Masuk Pabrik Pengeboran Minyak di RiauPotong Gaji Karyawan PLN untuk Pemberian Kompensasi Bisakah Dilakukan? Hal tersebut diungkapkan dalam dua survei global terbaru yang dilakukan oleh Korn Ferry (NYSE: KFY). Satu survei terhadap para kandidat karyawan dan satu lagi survei terhadap para profesional industri perekrutan SDM. Survei tersebut menemukan 90 persen kandidat karyawan dan 80 persen perekrut mengatakan, sangat penting kandidat menyukai perekrut yang bekerja sama dengan mereka. Partner and Executive Search Lead Korn Ferry Indonesia Bernadette Themas mengatakan, proses perekrutan dan cara wawancara calon kandidat semakin berkembang di Indonesia. Di masa lalu kandidat harus mengunjungi kantor perekrut untuk tes penyaringan. Sekarang proses ini dapat dilakukan dengan mudah melalui panggilan telepon, Skype, aplikasi seluler, atau tes online. Evolusi ini berperan penting dalam membantu perekrut menyaring kandidat yang paling cocok untuk pekerjaan tersebut. Selain itu, para kandidat tidak harus mengambil cuti untuk menghadiri wawancara kerja. "Meskipun teknologi telah memungkinkan proses perekrutan SDM menjadi lebih efektif dan efisien, interaksi manusia masih diperlukan dalam proses tersebut. Di Korn Ferry Indonesia, kami telah menyiapkan para kandidat dengan informasi tentang pekerjaan/tanggung jawab pekerjaan, perusahaan perekrut, budaya perusahaan dan proses rekrutmen untuk membantu mereka berhasil dalam wawancara mereka, " kata Bernadette melalui siaran pers, Rabu (11/9/2019). Halaman selanjutnya Menurut survei terbaru Korn Ferry, sangatlah penting bagi kandidat untuk menyukai perekrut. Terlepas dari teknologi, interaksi positif dengan perekrutlah yang membuat para kandidat memiliki kesan dan pengalaman wawancara kerja yang baik dengan perekrut. Lebih dari setengah kandidat (53 persen) mengatakan, yang paling sering terjadi adalah ketika perekrut "mendiamkan" kandidat karyawan dan tidak menginformasikan kembali kepada para kandidat mengenai status mereka dalam proses perekrutan. Sementara itu Global Co-operating Executive and President of Global Talent Solutions untuk Bisnis RPO dan Professional Search di Korn Ferry, Jeanne MacDonald, filosofi terbaik adalah memperlakukan kandidat seperti pelanggan perusahaan di mana mereka melamar pekerjaan. "Kami ingin setiap bagian dari proses perekrutan berjalan lancar melalui sikap responsif dan memperlakukan setiap kandidat karyawan dengan rasa hormat," ujar Jeanne. Ketika ditanya alasan utama mengapa para kandidat mencari pekerjaan baru, para perekrut menemukan jawaban sebagai berikut: kandidat ingin memperoleh jabatan yang lebih baik atau ingin mendapat tanggung jawab lebih merupakan alasan utama kandidat (20 persen), diikuti dengan gaji yang lebih tinggi (19 persen) dan rasa bosan/butuh tantangan baru (16 persen). Halaman selanjutnya Ketika para kandidat mencoba untuk memutuskan di antara dua penawaran pekerjaan, mereka mengatakan hal terbaik yang dapat dilakukan oleh perekrut adalah mendiskusikan dengan kandidat mengapa tawaran tersebut lebih sesuai dengan aspirasi karier mereka (44 persen). Hanya 5 persen yang mengatakan, memberi tawaran gaji yang lebih tinggi kepada kandidat merupakan langkah teratas agar kandidat menerima satu penawaran pekerjaan dibandingkan tawaran lainnya. Dan ketika harus meyakinkan para kandidat karyawan untuk memilih tawaran pekerjaan, hanya setengah dari kandidat (50 persen) mengatakan, perekrut dapat meyakinkan mereka untuk mengambil pekerjaan jika mereka tidak yakin/ragu-ragu dengan posisi tersebut. Ketika ditanya pertanyaan yang sama, para perekrut, sebaliknya, jauh lebih percaya diri, dengan 83 persen mengatakan mereka dapat meyakinkan para kandidat yang ragu agar mengambil tawaran pekerjaan tersebut. (arh)





























