Tiga Bandara Internasional Dukung Jateng Jadi Destinasi Utama Kelas Dunia

Semarang, Obsessionnews.com – Jawa Tengah (Jateng) paling beruntung dibanding provinsi-rovinsi lain, karena aka nada bandara internasional di Semarang dan Solo. Selain itu juga akan ada bandara internasional lainnya yang dekat dengan Jateng, yakni di Yogyakarta. Didukung tiga bandara tersebut Jateng akan menjadi destinasi utama kelas dunia Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika meresmikan taman rekreasi Saloka Theme Park di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, sebuah kawasan taman rekreasi keluarga terbesar di Jateng, Sabtu (22/6/2019). Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan drumblek. [caption id="attachment_284456" align="alignnone" width="640"]
Saloka Theme Park di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, merupakan kawasan taman rekreasi keluarga terbesar di Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2019). (Foto: Kemenpar)[/caption] Arief optimis Saloka Theme Park akan memperkuat dan membuat sektor pariwisata Jateng semakin menarik. Baca juga: Disbudpar Jateng Kucurkan 2 Miliar Promosi Pariwisata Via InternetDongkrak Wisata Jateng, BTN Tour ke BorobudurSuguhan Kuliner Jamu Gendong Meriahkan Festival Jateng di Smesco Indonesia Baca halaman berikutnya Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu (23/6), disebutkan Saloka Theme Park akan melengkapi kekayaan destinasi yang dimiliki Jateng dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat karena sektor pariwisata diyakini semakin kuat. Kemenpar terus mendukung industri dan pihak swasta untuk mengembangkan potensi wisata daerah demi kesejahteraan masyarakat. Peresmian Saloka Theme Park ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang didampingi oleh Direktur Utama Saloka Theme Park David Santosa Prasetyo, dan Komisaris Saloka Theme Park Ary Prasetyo. Saloka Theme Park berlokasi di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Terletak di sekitar danau Rawa Pening dan kaki Gunung Telomoyo, berjarak 40 km dari Semarang dan 60 km dari Solo. Peresmian dan pembukaan Saloka Theme Park dimeriahkan oleh berbagai hiburan menarik. Mengawali acara Arief disambut oleh iringan Drumband Blek atau Drumblek khas Salatiga. Selain itu, ia dan seluruh pengunjung juga mendapat hiburan dari sinden bule Agnez yang sangat fasih berbahasa Jawa. Ia tampil diiringi Christian Orkestra. Ada juga pementasan legenda Rawa Pening dari Lodra Dancer. Hadir dalam pembukaan tersebut di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi, Pangdam IV/Diponegoro Mochamad Effendi, Bupati Semarang Mundjirin, dan Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu. Baca juga:Smesco Indonesia Tampilkan Produk UKM Unggulan di Festival JatengSister City Jakarta-JatengBTN Tingkatkan Potensi Pariwisata dengan BTN Tour de Borobudur Baca halaman berikutnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kadisporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan Saloka Theme Park sehingga memberikan pilihan masyarakat untuk liburan. "Jawa Tengah kaya akan pusat kesenian, pemandangan alam yang bagus, ditambah produk wisata menarik. Selain berwisata, di Saloka Theme Park pengunjung bisa beredukasi. Karena Saloka memiliki wahana science yang sangat menarik," kata Ganjar dalam pesan visualnya saat peresmian Saloka Theme Park. Sementara itu Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, selama ini Kabupaten Semarang hidup dari industri pertanian dan pariwisata. Letaknya pun strategis di antara Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang). “Kita berharap Saloka bisa semakin menghidupkan pariwisata Kabupaten Semarang. Apalagi Saloka memanfaatkan SDM lokal. Mudah-mudahan Saloka semakin besar dan terus berkembang," ujarnya. Saloka Theme Park dibangun di atas lahan seluas 12 hektare. Pengunjung dapat menikmati 25 wahana permainan dan berbagai hiburan dalam 4 kawasan dengan tema berbeda, yaitu Zona Pesisir, Zona Balalantar, Zona Segarapada, dan Zona Komayayi. Sejak soft opening pada 15 Desember 2018 hingga April 2019, tercatat 420 ribu pengunjung telah berwisata di Saloka Theme Park. Grand Opening Saloka Theme Park dimeriahkan dengan berbagai macam sajian hiburan yang menarik. Salah satunya Water Fountain, yaitu, aksi air mancur yang menari. Namun, kemasannya dibuat berbeda dimana kali ini dirangkai dengan sebuah jalan cerita. Tepatnya cerita mengenai naga bernama Loka. Yang menarik, seluruh visual yang ditampilkan, beralatar belakang air mancur dan atraksi ini pun membuat seluruh pengunjung terpukau. Kemudian aksi seru lainnya yaitu penampilan group band The Rain dan bintang utama sekaligus penutup acara, Via Vallen. The Rain membawakan 6 lagu hits yang membawa pengunjung ikut bernyanyi, yang ditutup dengan lagu berjudul Terlatih Patah Hati. Sedangkan bintang tamu utama, Via Vallen, membawakan serangkaian lagu yang ditutup dengan lagu Meraih Bintang diikuti oleh seluruh pengunjung yang hadir. Keseruan pun bertambah, saat Via Vallen mengajak Menteri Pariwisata Arief Yahya dan CEO Saloka, David Sentosa Prasetyo menyanyikan lagu Sayang di atas panggung. Acara peresmian Saloka Theme Park ditutup dengan permainan kembang api yang ditembakkan ke udara diiringi alunan musik perkusi. (arh)
Saloka Theme Park di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, merupakan kawasan taman rekreasi keluarga terbesar di Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2019). (Foto: Kemenpar)[/caption] Arief optimis Saloka Theme Park akan memperkuat dan membuat sektor pariwisata Jateng semakin menarik. Baca juga: Disbudpar Jateng Kucurkan 2 Miliar Promosi Pariwisata Via InternetDongkrak Wisata Jateng, BTN Tour ke BorobudurSuguhan Kuliner Jamu Gendong Meriahkan Festival Jateng di Smesco Indonesia Baca halaman berikutnya Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu (23/6), disebutkan Saloka Theme Park akan melengkapi kekayaan destinasi yang dimiliki Jateng dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat karena sektor pariwisata diyakini semakin kuat. Kemenpar terus mendukung industri dan pihak swasta untuk mengembangkan potensi wisata daerah demi kesejahteraan masyarakat. Peresmian Saloka Theme Park ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang didampingi oleh Direktur Utama Saloka Theme Park David Santosa Prasetyo, dan Komisaris Saloka Theme Park Ary Prasetyo. Saloka Theme Park berlokasi di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Terletak di sekitar danau Rawa Pening dan kaki Gunung Telomoyo, berjarak 40 km dari Semarang dan 60 km dari Solo. Peresmian dan pembukaan Saloka Theme Park dimeriahkan oleh berbagai hiburan menarik. Mengawali acara Arief disambut oleh iringan Drumband Blek atau Drumblek khas Salatiga. Selain itu, ia dan seluruh pengunjung juga mendapat hiburan dari sinden bule Agnez yang sangat fasih berbahasa Jawa. Ia tampil diiringi Christian Orkestra. Ada juga pementasan legenda Rawa Pening dari Lodra Dancer. Hadir dalam pembukaan tersebut di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi, Pangdam IV/Diponegoro Mochamad Effendi, Bupati Semarang Mundjirin, dan Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu. Baca juga:Smesco Indonesia Tampilkan Produk UKM Unggulan di Festival JatengSister City Jakarta-JatengBTN Tingkatkan Potensi Pariwisata dengan BTN Tour de Borobudur Baca halaman berikutnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kadisporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan Saloka Theme Park sehingga memberikan pilihan masyarakat untuk liburan. "Jawa Tengah kaya akan pusat kesenian, pemandangan alam yang bagus, ditambah produk wisata menarik. Selain berwisata, di Saloka Theme Park pengunjung bisa beredukasi. Karena Saloka memiliki wahana science yang sangat menarik," kata Ganjar dalam pesan visualnya saat peresmian Saloka Theme Park. Sementara itu Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, selama ini Kabupaten Semarang hidup dari industri pertanian dan pariwisata. Letaknya pun strategis di antara Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang). “Kita berharap Saloka bisa semakin menghidupkan pariwisata Kabupaten Semarang. Apalagi Saloka memanfaatkan SDM lokal. Mudah-mudahan Saloka semakin besar dan terus berkembang," ujarnya. Saloka Theme Park dibangun di atas lahan seluas 12 hektare. Pengunjung dapat menikmati 25 wahana permainan dan berbagai hiburan dalam 4 kawasan dengan tema berbeda, yaitu Zona Pesisir, Zona Balalantar, Zona Segarapada, dan Zona Komayayi. Sejak soft opening pada 15 Desember 2018 hingga April 2019, tercatat 420 ribu pengunjung telah berwisata di Saloka Theme Park. Grand Opening Saloka Theme Park dimeriahkan dengan berbagai macam sajian hiburan yang menarik. Salah satunya Water Fountain, yaitu, aksi air mancur yang menari. Namun, kemasannya dibuat berbeda dimana kali ini dirangkai dengan sebuah jalan cerita. Tepatnya cerita mengenai naga bernama Loka. Yang menarik, seluruh visual yang ditampilkan, beralatar belakang air mancur dan atraksi ini pun membuat seluruh pengunjung terpukau. Kemudian aksi seru lainnya yaitu penampilan group band The Rain dan bintang utama sekaligus penutup acara, Via Vallen. The Rain membawakan 6 lagu hits yang membawa pengunjung ikut bernyanyi, yang ditutup dengan lagu berjudul Terlatih Patah Hati. Sedangkan bintang tamu utama, Via Vallen, membawakan serangkaian lagu yang ditutup dengan lagu Meraih Bintang diikuti oleh seluruh pengunjung yang hadir. Keseruan pun bertambah, saat Via Vallen mengajak Menteri Pariwisata Arief Yahya dan CEO Saloka, David Sentosa Prasetyo menyanyikan lagu Sayang di atas panggung. Acara peresmian Saloka Theme Park ditutup dengan permainan kembang api yang ditembakkan ke udara diiringi alunan musik perkusi. (arh)




























