Sesuai Prosedur, Polda Jabar: Mutasi Kapolsek Pasirwangi Tak Terkait Pemilu

Bandung, Obsessionnews.com -Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menegaskan mutasi AKP Sulman Aziz, dari jabatan Kepala Polsek (Kapolsek) Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak ada kaitannya dengan Pilpres. Berdasarkan pengakuan Sulman, dirinya dipindah setelah diminta atasannya untuk menenangkan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sulman memang dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Pasirwangi, lalu dipindahtugaskan dan kini menjabat Kepala Unit Seksi Pelanggaran Sub-Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar. Namun, pihak Polda membantah ada unsur poris di dalamnya. Baca juga:Polda Jabar Ambil Alih Kasus Tiga Perempuan Terkait Video Kampanye Hitam JokowiPolda Jabar Sebut yang Dibakar Bendera HTIPolda Jabar Koordinasi dengan Polda Metro Soal Miras Maut "Tidak ada perubahan secara eselon atau mutasi, anggap biasa, rutin, dalam rangka institusi Polri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Bandung, Senin, (1/4/2019). Mutasi Sulman, kata Trunoyudo, adalah wewenang Polda Jabar karena melihat beberapa aspek, di antaranya kinerja maupun masa pengabdian. Tidak ada kaitannya dengan politik seperti yang ramai diberitakan. "Dia (Sulman Aziz) jadi Kapolsek dua tahun enam bulan," ujarnya. Menurutmya, mutasi Sulman sudah seusai dengan keputusan pimpinan berdasarkan Telegram Rahasia Nomor 499. Artinya bukan karena Sulman mengaku mendapat perintah dari sang Kepala Polres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf, meski pengakuan itu juga mengada-ada. "Tudingan tersebut tidak benar dengan tidak adanya dukungan terhadap paslon tertentu. Kapolres juga mempertimbangkan kinerja. Polda Jabar juga melihat kebutuhan organisasi," katanya. Pimpinan Polri pun, Trunoyudo mengklaim, menilai kinerja Sulman dalam pengamanan proses pilkada pada 2018. Lagi pula kebutuhan pengamanan di Garut dinilai meningkat sesuai perkembangan terkini. "Itu sudah dilakukan seluruh kapolsek di Jabar;mapping kerawanan. Kapolsek juga pendekatan tokoh agama, masyarakat. Kepentingannya aman, damai, sejuk, saat pemilihan," katanya. (Albar)





























