Sudah Cukup Lama Lion Air Dibayangi Isu Keselamatan

Jakarta, obsessionnews.com - Musibah menimpa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng – Pangkalpinang, Bangka Belitung.Pesawat ini mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu tersebut jatuh di kawasan Perairan Karawang. Jatuhnya Lion Air tersebut mendapat sorotan dari mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. Dino mengatakan sudah cukup lama Lion Air dibayangi oleh isu keselamatan. Oleh karena itu ia mendesak pemerintah lebih tegas memastikan aspek keselamatan dalam operasional Lion Air. Selain itu demi keselamatan penerbangan ia berharap praktik konco-koncoan alias nepotisme harus diakhiri. [caption id="attachment_265785" align="alignleft" width="309"]
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. (Foto: Twitter @dinopattidj)[/caption] “Jujurnya Lion Air sudah cukup lama dibayangi "safety issues'. Pemerintah sbg regulator perlu lebih telaten dan lebih tegas dlm memastikan aspek keselamatan dlm operasional Lion Air. Demi safety penerbangan, praktek konco2an harus diakhiri. #safetyfirst,” kicau Dino di akun Twitternya, @dinopattidjalal, Selasa (30/10/2018). Pihak Lion Air merilis pesawat naas dengan regitrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 itu diproduksi tahun 2018, dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Basarnas Operasi SAR 24 Jam Bangkai pesawat Lion Air JT-610 hingga Senin (29/10) malam belum berhasil ditemukan. Upaya searching dari permukaan dan penyelaman yang dilakukan tim SAR (Search And Rescue) seharian masih nihil. Namun begitu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsdya TNI Syaugi telah memerintahkan untuk terus melaksanakan operasi SAR 24 jam. “Kita all out, kami mengerahkan segala daya upaya untuk mencari di mana posisi pesawat,” tegas Syaugi melalui Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji saat konferensi pers di Kantor Pusat Basarnas, Senin sore. Unruk peralatan Basarnas mengerahkan peralatan deteksi bawah laut seperti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan Multybeem Echhosounder yang diharapkan dapat menemukan bangkai pesawat di dasar laut berkedalaman 30 – 35 meter itu. Selain itu Basarnas juga mengerahkan emmergency light untuk penerangan di kapal-kapal yang melaksanakan pencarian. “Pencarian terus kami lakukan, kecuali penyelaman kita hentikan. Untuk kekuatan personil, tim SAR kita rooling dan kita kendalikan dari Posko Basarnas Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok,” terangnya. (arh) Baca juga:Berita Jatuhnya Lion Air Terbanyak Dicari di GoogleJokowi Sampaikan Duka Cita Saat Bertemu Keluarga Korban Jatuhnya Lion AirSebelum Insiden Lion Air, Para Pegawai Kemenkeu Ikut Kegiatan Hari Oeang ke-72Australia Instruksikan Warganya di Indonesia Tak Gunakan Pesawat Lion AirJokowi Akan Temui Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion AirInsiden Jatuhnya Pesawat Lion, Megawati: Saya Ikut PrihatinSebelum Hilang, JT-610 Sempat Minta Kembali ke Bandara AsalAda 20 Pegawai Kemenkeu di Pesawat Lion Air yang TerjatuhPesawat Lion Air yang Jatuh Masuk dalam Kawasan PertaminaPesawat Lion Air yang Hilang Kontak Bawa 178 PenumpangPesawat Lion Air Diduga Jatuh di Kepulauan Seribu
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. (Foto: Twitter @dinopattidj)[/caption] “Jujurnya Lion Air sudah cukup lama dibayangi "safety issues'. Pemerintah sbg regulator perlu lebih telaten dan lebih tegas dlm memastikan aspek keselamatan dlm operasional Lion Air. Demi safety penerbangan, praktek konco2an harus diakhiri. #safetyfirst,” kicau Dino di akun Twitternya, @dinopattidjalal, Selasa (30/10/2018). Pihak Lion Air merilis pesawat naas dengan regitrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 itu diproduksi tahun 2018, dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Basarnas Operasi SAR 24 Jam Bangkai pesawat Lion Air JT-610 hingga Senin (29/10) malam belum berhasil ditemukan. Upaya searching dari permukaan dan penyelaman yang dilakukan tim SAR (Search And Rescue) seharian masih nihil. Namun begitu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsdya TNI Syaugi telah memerintahkan untuk terus melaksanakan operasi SAR 24 jam. “Kita all out, kami mengerahkan segala daya upaya untuk mencari di mana posisi pesawat,” tegas Syaugi melalui Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji saat konferensi pers di Kantor Pusat Basarnas, Senin sore. Unruk peralatan Basarnas mengerahkan peralatan deteksi bawah laut seperti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan Multybeem Echhosounder yang diharapkan dapat menemukan bangkai pesawat di dasar laut berkedalaman 30 – 35 meter itu. Selain itu Basarnas juga mengerahkan emmergency light untuk penerangan di kapal-kapal yang melaksanakan pencarian. “Pencarian terus kami lakukan, kecuali penyelaman kita hentikan. Untuk kekuatan personil, tim SAR kita rooling dan kita kendalikan dari Posko Basarnas Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok,” terangnya. (arh) Baca juga:Berita Jatuhnya Lion Air Terbanyak Dicari di GoogleJokowi Sampaikan Duka Cita Saat Bertemu Keluarga Korban Jatuhnya Lion AirSebelum Insiden Lion Air, Para Pegawai Kemenkeu Ikut Kegiatan Hari Oeang ke-72Australia Instruksikan Warganya di Indonesia Tak Gunakan Pesawat Lion AirJokowi Akan Temui Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion AirInsiden Jatuhnya Pesawat Lion, Megawati: Saya Ikut PrihatinSebelum Hilang, JT-610 Sempat Minta Kembali ke Bandara AsalAda 20 Pegawai Kemenkeu di Pesawat Lion Air yang TerjatuhPesawat Lion Air yang Jatuh Masuk dalam Kawasan PertaminaPesawat Lion Air yang Hilang Kontak Bawa 178 PenumpangPesawat Lion Air Diduga Jatuh di Kepulauan Seribu




























