Kasus Ratna Tidak Boleh Dijadikan Alat Politik Atas Nama Penegakan Hukum

Jakarta, Obsessionnews.com - Drama kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya oleh orang tak dikenal akhirnya terbongkar. Cerita itu adalah khayalan yang dia buat sendiri untuk menutupi luka lebam di wajahnya yang disebabkan operasi plastik. Entah apa yang ada di pikiran Ratna sehingga dia mau menghancurkan reputasinya hanya gara-gara malu ketahuan operasi plastik. Yang pasti kasus ini telah membuat heboh masyarakat Indonesia di tengah rasa duka yang mendalam untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Isu Ratna ramai diperbincangkan karena banyak menyeret elite politik, seperti Prabowo Subianto, Amien Rais, Sandiga Uno, dan Fadli Zon. Bahkan para tokoh, ahli dan masyarakat hampir termakan kabar hoax yang diciptakan Ratna. Dalam kasus ini jelas pihak Prabowo yang paling merasa dirugikan, karena Ratna yang sebelumnya masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga justru tega membohongi orang-orang yang selama ini dia perjuangkan. Sadar dengan kelakuanny itu Ratna pun meminta maaf kepada Prabowo dan masyarakat karena telah berani berkata bohong. Sehari setelah menyatakan maaf pada 3 Oktober 2018, Ratna akhirnya ditangkap polisi di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat hendak berangkat ke Chili, Amerika Selatan. Ratna ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena atas ulahnya itu dia langsung dilaporkan polisi. Keberangkatan Ratna ke Chili dalam rangka menghadiri seminar kebudayaan yang difasilitasi Pemprov DKI. Meski Ratna sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, dia tetap ditangkap, proses hukum berjalan. Memang tidak ada yang aneh, namun sebagian orang memandang kasus semacam ini tidak boleh berhenti hanya pada seorang Ratna Sarumpaet. Di luar juga masih banyak kabar hoax yang disebar ke masyarakat melalui media sosial. Sementara pelakunya masih banyak yang belum ditangkap. "Kasus HOAX ibu RS ini adalah ujian baru tengah bagaimana #NalarHukumDemokratis dijaga. Setelah beberapa kali kita gagal. Delik Penyebaran berita bohong (HOAX) sekarang mulai menjadi alat kelompok tinimbang sebuah alat bersama untuk menjaga rasa keadilan. Mari kita tonton," ujar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyikapi kasus Ratna diakun twitternya @Fahrihamzah, Jumat (5/10/2018). Fahri berharap kasus Ratna ini tidak hanya dijadikan alat politik atas nama penegakan hukum. Sebab dia yakin banyak penyebar hoax dan fitnah yang sampai saat ini tidak tertangani kasusnya oleh hukum. Jika berani bergerak cepat dalam kasus Ratna, maka polisi juga harus berani tegas memperlakukan orang lain dengan tegas sekalipun adalah mereka yang punya kuasa di negeri ini. "Malam ini, RS telah menjadi tersangka meski ia telah mengaku berdusta. Besok akan banyak laporan yang sama selain laporan dari masa lalu. POLRI telah berani menunjukkan seolah gerak cepat penegakan hukum ini akan berlaku bagi semua. Masi kita saksikan," jelasnya. Ironisnya, kata Fahri, ketika kebohongan itu diciptakan oleh masyarakat biasa, pemerintah punya alat yang canggih untuk bisa mengungkap pelakunya. Namun sebaliknya, jika kebohongan itu lahir dari penguasa, masyarakat tidak punya alat yang canggih untuk bisa mengungkapnya. Persoalan ini terlihat dalam kasus Ratna, di mana polisi begitu cepat bisa mengungkapnya. "Memang, alat dusta Orang biasa itu Gak canggih. Tapi alat menyelidik dan mengungkap dusta oleh penguasa super canggih. Sebaliknya, alat penguasa untuk berdusta itu canggih dan kemampuan rakyat untuk mengungkap dusta penguasa sangat tidak canggih," jelasnya. Walaupun namanya hancur, Fahri tetap merasa salut karena Ratna sebagai seorang aktivis sudah kerap membongkar dusta para penguasa sejak zaman Orde Baru. Fahri juga mengingatkan dusta seorang penguasa atas janji-janjinya kepada rakyat Indonesia jauh lebih besar dari hanya sekadar kasus Ratna Sarumpaet. Bagi Fahri janji seorang penguasa yang tak terpenuhi adalah dusta akbar atau besar. (Albar) Baca juga:Hoax Penganiayaan Yang Berujung Ratna Sarumpaet Jadi TersangkaRatna Sarumpaet Ditangkap Polisi Saat Hendak ke Luar NegeriPolisi Akan Klarifikasi Ratna Soal Hoax PenganiayaanKebohongan Ratna Sarumpaet Jadi ‘Trending Topic’ Nomor Satu di YouTube





























