Senin, 4 Juli 22

Putu Dewika Angganingrum Selalu Berkontribusi dan Bersikap Profesional

Putu Dewika Angganingrum Selalu Berkontribusi dan Bersikap Profesional
* Corporate Secretary PT Danareksa (Persero) Putu Dewika Angganingrum. (Foto: Dok Pribadi)

Obsessionnews.com – Mengawali karier sebagai associate di firma hukum ternama Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP) yang berafiliasi dengan Baker & McKenzie, Putu Dewika Angganingrum menekuni bidang tersebut selama lima tahun. Beberapa transaksi yang ditanganinya sewaktu di law firm kebetulan bekerja sama dengan Danareksa Sekuritas.

Kecakapan dan integritasnya membuat dia kemudian mendapat tawaran untuk mengisi posisi Kepala Divisi Hukum di perusahaan keuangan dan investasi tersebut. Dari sana mendapat kesempatan untuk pindah ke Holding PT Danareksa (Persero) dengan posisi yang sama.

Pada Juli 2020, Dewika mengemban tugas sebagai Corporate Secretary Danareksa. Kalau dulu hanya fokus pada bidang legal & compliance, kini tanggung jawabnya semakin besar.

“Saya harus bisa menguasai banyak hal dan memahami setiap divisi, karena corporate secretary merupakan perpanjangan tangan direksi. Fungsi public relations juga paling krusial, bagaimana mampu merepresentasikan perusahaan dengan baik. Dan sebagai sebuah holding, dinamikanya memberi tantangan tersendiri,” ujar perempuan yang mendalami capital market saat masih di law firm ini dikutip dari Majalah Women’s Obsession, Selasa (24/5/2022).

Berbagai prestasi diukir Dewika selama bergabung dengan Danareksa. Salah satunya adalah sebagai pemenang Outstanding Contributor Award 2021 Chambers Asia-Pacific berkat usahanya memperjuangkan kesetaraan gender.

Dan baru-baru ini dia mendapat penghargaan Good Corporate Governance of Financial Institution dalam ajang Indonesia Inspiring Women Awards 2022 yang diadakan The Iconomics. Mereka yang terpilih adalah perempuan yang memiliki kriteria dan keunggulan, antara lain mampu menginspirasi melalui kerja, ide, dan contoh.

Dewika merasa beruntung bekerja di Danareksa yang sangat memedulikan kesetaraan gender dan bukan sekadar wacana. Komposisi BOD-1 saja 75% isinya perempuan dari berbagai lintas usia dan pengalaman.

Dalam artian tidak hanya yang senior saja, tetapi juga milenial sudah mengisi fungsi-fungsi strategis di Danareksa. Fasilitas untuk perempuan juga sudah sangat lengkap, sehingga nyaman untuk bekerja dan bisa multifokus menggapai karier serta menyeimbangkan kehidupan kantormaupun rumah tangga.

“Itu yang paling penting,” ungkap Ketua Srikandi Danareksa ini.

Srikandi Danareksa sendiri adalah wadah bagi perempuan untuk saling mendukung, mengembangkan kapabilitas, dan menjaga keseimbangannya, hingga akhirnya dapat dipercaya menjadi pemimpin di perusahaan.

Menurutnya perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam bekerja maupun berkarier. Tantangan mereka sekarang bukan terkait dengan dunia kerja atau masyarakat lagi, melainkan diri mereka sendiri. Lingkungan sekarang sebagian besar sudah mendukung, sehingga tantangan terbesar itu dari diri sendiri, apakah memang mau berkarier dan berkiprah di luar rumah.

Dewika menegaskan agar perempuan tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menunaikan kewajiban dengan menyelesaikan pekerjaannya, kalau bisa dengan hasil akhir yang lebih baik dari rekan laki-laki. Banyak sekali pemimpin milenials dan perempuan yang diberi ruang oleh pemerintah sebagai stakeholder.

“Manfaatkan kesempatan berkontribusi lebih dan bersikaplah profesional. Dua indicator kunci ini diperlukan, agar bisa step up, dalam artian mengambil peran yang lebih tinggi dan meningkatkan kariernya,” kata Dewika dengan penuh semangat.

Selain itu, satu hal yang wajib dimiliki perempuan supaya mampu mengatasi berbagai tantangan adalah support system yang baik. Jangan pernah malu untuk meminta bantuan dari mereka untuk menyelaraskan fungsi ganda perempuan, karena sesungguhnya bagaimana generasi bangsa ke depannya dibentuk dari perempuan yang selalu mempunyai semangat juang dan mau memperjuangkan cita-citanya.

“Mengutip Kartini, dengan semangat ‘Aku Mau’, kita pasti bisa mencapai apa yang telah dicita-citakan,” ucap Dewika.

Tidak hanya di internal, Danareksa pun aktif mendukung perempuan di luar perusahaan, terutama dalam hal kemandirian ekonomi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Wanita Bisa Danareksa mengadakan berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan produksi, teknik pengemasan, hingga sistem pemasaran yang menarik. Berlangsung beberapa waktu silam, program ini menggandeng Fakultas Teknologi Industri Pangan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan pengajar Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

“Perempuan yang produktif adalah mereka yang berdaya, dan bisa membangun generasi berikutnya menjadi lebih baik,” tutup Dewika. (Nur/WO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.