Sabtu, 13 Agustus 22

FMIPA UGM dan PHE Buat Alat Tingkatkan Cadangan Produksi Migas

FMIPA UGM dan PHE Buat Alat Tingkatkan Cadangan Produksi Migas
* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan serah terima kontrak kerja sama di auditorium FMIPA lantai 7, Selasa (24/5/2022). (Humas UGM)

Obsessionnews.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan serah terima kontrak kerja sama di auditorium FMIPA lantai 7, Selasa (24/5/2022). Kontrak kerja sama tersebut meliputi  pembuatan prototipe modul seismometer bawah air untuk perekaman data pasif seismik di lingkungan air dangkal, studi clean technology sp-ert untuk pemantauan injeksi air, alat komputasi awan untuk geofisika seismik serta studi electric assisted oil recovery untuk meningkatkan produksi minyak dan gas.

 

Baca juga:

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Greenwave Environmental Care Competition

Bagaimana Cara Diet Aman dan Sehat? Yuk, Simak Pemaparan Ahli Gizi UGM

Mantap! UGM Luluskan 310 Profesi Insinyur Teknik dan Peternakan

 

 

Dekan FMIPA Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si., mengatakan, kontrak kerja sama riset ini sudah berlangsung sejak awal tahun ini dan kini masih berjalan. Umumnya riset dan studi yang dikerjakan meliputi pembuatan alat dan software untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) yang menjadi daerah eksplorasi sumur minyak yang dikelola oleh pihak Pertamina.

“Dari keempat studi itu, durasi pengerjaannya ada yang tiga bulan dan ada yang satu tahun. Kita membuat software dan bikin alat yang dibuat di laboratorium FMIPA,” ujar Kuwat dikutip dari keterangan tertulis Humas UGM.

Dia menjelaskan, dalam kontrak kerja riset ini melibatkan empat orang peneliti utama dan 20 orang para mahasiswa beserta alumni. Kerja sama tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan Pertamina Hulu Energi.

“Rencana akan dikembangkan dengan kerja sama berkelanjutan pada blue energy, korosi dan bidang kimia dan komputasi,” tuturnya.

Kuwat menyebutkan kerja sama dengan industri sebagai bentuk untuk mendekatkan hasil riset dan inovasi FMIPA untuk digunakan oleh industri dalam mendukung pembangunan di tanah air.

“FMIPA tengah mengembangkan skema riset fundamental dan riset terapan. Untuk riset terapan, jika ada masalah di dunia industri lalu ketika kita diminta bantu jangan sampai kita tidak siap,” katanya.

Lebih jauh Kuwat menjelaskan pengembangan riset terapan ini, FMIPA tengah coba mengembangkan teknologi pengembangan baterai dari bahan baku non lithium.

“Kita ditantang untuk membuat sumber baterai non lithium dengan sumber logam yang ada di pulau Bangka. Tantangannya  bagaimana mengeksplorasi bahan tersebut menjadi baterai. Dia berdiri sendirian, tidak bisa diambil seperti batu bara, perlu ekstraksi. Kita tahu Erick Thohir (Menteri BUMN) menyiapkan dua triliun untuk pengembangan baterai,” jelasnya.

Perwakilan Upstream Innovation PHE Arif Rahman mengatakan, pembentukan Upstream Innovation dalam rangka mendukung peningkatan eksplorasi cadangan migas.

“Kerja sama ini dalam rangka mengembangkan gagasan, ide dan inovasi dari kampus dalam mendukung produksi migas,” katanya.

Diharapkan melalui kerja sama riset ini bisa mendukung operasional Pertamina Hulu Energi untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi.

“Semoga kerja sama ini bisa dilanjutkan dan bisa mempererat hubungan baik yang sudah dilakukan selama ini,” ujar Arif. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.