Rabu, 30 September 20

Pulihkan UMKM, KemenkopUKM dan Kementerian BUMN Jalin Kerja Sama

Pulihkan UMKM, KemenkopUKM dan Kementerian BUMN Jalin Kerja Sama
* Penandatanganan MoU. (Foto: Pessy/ON)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) dan Kementerian BUMN menjalin kerja sama untuk membantu pemulihan usaha bagi koperasi dan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Menteri BUMN, Erick Thohir di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8).

Teten Masduki menjelaskan ruang lingkup kesepakatan ini meliputi pendampingan dan pengembangan SDM, penyediaan bahan baku, logistik, dan pemasaran melalui digital platform hingga pembinaan kepada UMKM. Dengan adanya kesepakatan diantara dua Kementerian tersebut diharapkan menjadi payung hukum bagi perusahaan BUMN agar turut mendukung pengembangan dan pembinaan UMKM di Indonesia.

Lebih dari itu, Teten sangat berharap perusahaan BUMN dapat menjadi offtaker dan dapat menampung produk-produk koperasi atau UMKM. Selain itu perusahaan BUMN yang terlibat diminta untuk terus komitmen mendukung pengembangan usaha UMKM dengan belanja modal (capex / capital expenditure) di UMKM. Dijelaskannya bahwa nilai capex seluruh BUMN mencapai Rp18,5 triliun. Besarnya nilai tersebut dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasanya.

“Ini harus kita perkuat karena UMKM ini betul – betul ekonomi masyarakat kecil. Jadi kami berdua bersama pak Erick ditugaskan untuk memprotect sektor ini,” ungkap Teten dalam penandatanganan kerjasama antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam pemberdayaan sektor UMKM di Jakarta, Jumat (14/8).

Teten mengapresiasi komitmen Kementerian BUMN dalam mendorong sektor UMKM tetap hidup meski di tengah pandemi covid-19. Dia berhadap melalui kerja sama ini persoalan yang kerap dialami sektor UMKM bisa terpecahkan. Dijelaskannya bahwa kendala pemasaran sering menjadi hal yang dikeluhkan pelaku usaha. Namun dengan mulai terbukanya BUMN untuk menyerap produk UMKM diyakini nantinya pangsa pasar sektor ini bisa semakin lebar.

“Kami nanti dari Pak Erick ada konsep bagaimana pembiayaan untuk mikro dan ultra mikro, nah bisa disinergikan dengan kami juga. Yang penting juga ini merupakan program yang sedang diminta kepada kami berdua yaitu misalnya menyerap produk pangan mulai pertanian, perternakan, perikanan, diserap lewat koperasi lalu offtakernya adalah BUMN,” tutur Teten.

Sementara itu Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya melarang perusahaan BUMN ikut dalam tender proyek senilai Rp250 juta – Rp14 miliar. Proyek dengan nilai tender tersebut hanya akan diberikan kepada peserta dari kalangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Diharapkan dengan terobosan ini bisa membantu kelompok usaha tersebut keluar dari “lubang jarum” akibat pandemi covid-19.

Erick menyatakan tanggal 17 Agustus 2020 nanti, pihaknya akan meluncurkan program Pasar Digital (PaDi) yang memungkinkan sektor UMKM bisa terlibat dalam tender proyek BUMN. Sebagai kick off sebanyak sembilan perusahaan BUMN akan diikutsertakan dalam program tersebut. Kedepan diharapkan seluruh BUMN bisa terlibat sehingga pangsa pasar bagi UMKM untuk terjun dalam proyek-proyek di BUMN semakin lebar.

“Tahun ini 9 perusahaan yang kita ikutkan, tahun depan 30 BUMN dan nanti pertengahan tahun depan sampai terakhir semua perusahaan kita harapkan bisa ikut,” ujar Erick.

Ditegaskan Erick bahwa kebijakan tersebut adalah sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam upaya mendorong UMKM naik kelas. Diakui bahwa saat ini lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor UMKM. Namun sayangnya sektor ini menjadi yang terdampak paling parah dari pandemi covid-19.

“Ini adalah keberpihakan yang diharuskan bukan pilihan. Alhamdulillah besok kita launching platform PaDi UMKM dimana BUMN mensupport UMKM untuk ikut pengadaan capex dari BUMN,” pungkasnya.

Adapun sembilan perusahaan BUMN yang didorong untuk memberikan ruang bagi UMKM terlibat dalam pengadaan barang modal di perusahaannya yaitu :
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2. PT Pertamina (Persero)
3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
4. PT Waskita Karya (Persero) Tbk
5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
6. PT Permodalan Nasional Madani (Persero)
7. PT Pegadaian (Persero)
8. PT Pupuk Indonesia (Persero)
9. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.