Jumat, 12 Agustus 22

PT KAI dan Kepolisian Amankan Tiga Pencurian Material Prasarana Perkeretaapian

PT KAI dan Kepolisian Amankan Tiga Pencurian Material Prasarana Perkeretaapian
* Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa. (Foto: PT KAI)

Jakarta, obsessionnews.comTim pengamanan PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta bersama kepolisian berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian material prasarana perkertaapian.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, ada dua kasus pencurian prasarana perkeretaapian yang terjadi.

“Kasus pertama ialah pencurian rel di emplasemen Stasiun Sukabumi pada 17 Maret 2022, dan saat ini masih dalam proses hukum di Polsek Cikole,” ujar Eva, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: PT KAI Daop 1 Jakarta Gencar Lakukan Sosialisasi di Pelintasan Sebidang

Kemudian kasus kedua, pencurian besi ballast stopper di Stasiun Cilebut dan Stasiun Bojonggede Km 45+7. Kepolisian sudah berhasil mengamankan pelaku dan saat ini tengah diproses hukum.

Seperti diketahui, besi balast stoper berfungsi sebagai penahan agar tidak terjadi longsoran. Keberadaan barang itu sangat penting untuk keselamatan perjalanan kereta api.

Eva mengungkapkan, pencurian itu berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pengawasan lewat CCTV dan patroli petugas.

“Hasil tindak lanjut laporan tersebut selalu dikoordinasikan bersama jajaran kepolisian setempat, melalui kolaborasi jajaran unit Pengamanan PT KAI Daop 1 Jakarta dan Kepolisian, sejumlah pelaku pencurian material prasarana KA berhasil diamankan dan diproses hukum,” ucapnya.

Baca juga: PT KAI Daop 1 Jakarta Buka Layanan Vaksinasi untuk Penumpang KAJJ di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen

Besi balast stoper bukan satu-satunya prasarana kereta api yang menjadi sasaran pencuri, tapi para pencuri juga mengincar kabel FO dan bantalan besi. Barang-barang itu berada di area terbuka.

Keberadaan barang-barang tersebut sangat vital untuk perkeretaapian. Sebab bisa berpengaruh pada keselamatan perjalanan.

“PT KAI Daop 1 Jakarta mengecam dan akan menindak tegas sesuai proses hukum seluruh oknum yang melakukan pencurian material prasarana KA,” tegas Eva.

Adapun tiga pelaku yang ditangkap kini telah diserahkan ke Polsek Bojonggede untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun penjara.

Baca juga: Meriahkan Hari Kartini, PT KAI Daop 1 Jakarta Beri Bunga kepada Penumpang Perempuan

Eva mengatakan, sesuai UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian pasal 181 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

“Pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000,” Beber Eva.

Kasus pencurian ini bukan yang pertama kali terungkap oleh PT KAI Daop 1 Jakarta. Pada 17 Maret 2022, PT KAI Daop 1 Jakarta mengamankan pelaku tindak pencurian rel di emplasemen Stasiun Sukabumi. Kasus itu masih dalam proses hukum di Polsek Cikole.

Baca juga: Pasca Libur Panjang, Volume Keberangkatan dari PT KAI Daop 1 Jakarta Masih Padat

Kemudian pada 19 Februari 2022 lalu pelaku pencurian yang berjumlah empat orang juga berhasil ditangkap. Mereka mencuri dua potong rel cadangan sepanjang 10 meter yang berada di petak jalan antara Stasiun Klender Baru-Buaran km 16+600. Pelaku kini masih menjalani proses hukum di Polsek Cakung.

Eva memastikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan jalur kereta api seperti memasang CCTV di area rawan dan melakukan patroli pengamanan secara tertutup. Selain itu Daop 1 Jakarta juga mengandalkan laporan masyarakat.

“KAI Daop 1 Jakarta sangat mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah peduli menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan KA sebagai transportasi publik,” kata Eva. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.