Sabtu, 23 Februari 19

Propaganda Rusia, Jokowi: Kita Tidak Bicara Mengenai Negara

Propaganda Rusia, Jokowi: Kita Tidak Bicara Mengenai Negara
* Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comCalon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan, perpolitikan di Indonesia dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoaks. Hal itu dikatakan orang nomor satu di Indonesia ini pada acara deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, perpolitikan di Indonesia seharusnya bisa memberikan edukasi dan penuh dengan sopan santun. Kampanye hoaks itu karena adanya upaya adu domba ala asing yang dilakukan oleh tim sukses dengan menggunakan propaganda Rusia di Pilpres 2019 ini.

“Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia. Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoaks, ini yang segera harus diluruskan bapak ibu sebagai intelektual,” kata Jokowi.

Sementara itu, pernyataan mantan Walikota Solo ini mendapat tanggapan dari Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil menyebut tudingan Jokowi soal Propaganda Rusia bisa merusak hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan negeri beruang merah tersebut.

“Saya rasa itu berbahaya buat hubungan diplomatik kita, secara tak langsung Pak Jokowi melakukan itu, saya tak tahu apakah beliau memikirkan itu atau tidak,” ungkap Dahnil saat ditemui di posko pemenangan Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (4/2).

Menanggapi soal itu, Jokowi meluruskan, istilah tersebut tidak mengarah kepada negara Rusia.  “Iya. Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara rusia tapi terminologi  dari artikel Rand Corporation,” ujar Jokowi saat menghadiri syukuran HUT ke-72 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jl Purnawarman, Selasa (5/2).

Menurut Jokowi, ungkapan Propaganda Rusia itu adalah terminologi yang muncul pada 2016 dari artikel lembaga konsultasi politik Amerika Serikat, Rand Corporation.

Propaganda Rusia yang dikutip Jokowi adalah teknik “firehose of falsehood” atau semburan kebohongan dan fitnah untuk menciptakan opini publik.

“Memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain di tanpa didukung oleh data-data yang kongkrit ya memang seperti itu,” beber Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, kalau hubungan bilateral antara RI dan Rusia terjalin sangat baik. “Sekali lagi ini bukan urusan negara, kita indonesia dan rusia bukan saya dengan presiden putin sangat-sangat baik hubungannya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui akun Twitter resminya menanggapi pernyataan terkait istilah Progapanda Rusia yang dilontarkan Jokowi. Kedubes Rusia lewat akun @RusEmbJakarta menyampaikan bahwa Rusia tidak ikut campur dalam urusan elektoral di negara lain.

Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami,” tulis akun Twitter Kedubes Rusia untuk Indonesia, Senin (4/2).

Kedubes Rusia untuk Indonesia juga menyampaikan, istilah “Propaganda Rusia” merupakan rekayasa yang dibuat pada tahun 2016 untuk kepentingan Pilpres Amerika Serikat. Istilah tersebut tidak berdasarkan pada realitas. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.