Selasa, 26 Oktober 21

Terlibat Korupsi, Rakyat Minta PM Israel Dipecat!

Terlibat Korupsi, Rakyat Minta PM Israel Dipecat!

Ternyata, mayoritas rakyat Israel meminta agar Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu segera dipecat atau mengundurkan diri dari jabatannya, apalagi PM Israel tersebut terlibat kasus korupsi yang kini akan digelar sidangnya.

Seperti dilansir ParsToday, Kamis (7/2/2019), jajak pendapat yang dilakukan koran Zionis, Haaretz menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga Israel menentang berlanjutnya jabatan Benyamin Netanyahu sebagai perdana menteri rezim Zionis.

Tidak hanya itu, polling Haaretz juga menunjukkan 52 persen responden meyakini Netanyahu harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebelumnya, televisi saluran 2 Israel mengumumkan bahwa 62 persen responden mendukung pemecatan Netanyahu, dan hanya 19 persen yang menentangnya.

Kasus korupsi yang melilit Netanyahu menambah ketidakpercayaan warga Israel terhadap Netanyahu.

Awal Februari lalu, Jaksa Agung rezim Zionis Israel, Avichai Mandelblit mengkonfirmasikan akan digelarnya sidang kasus korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam waktu dekat.

Netanyahu menghadapi sejumlah skandal korupsi yang melilitnya.

Benyamin Netanyahu dituding menerima suap berupa barang mewah dari pendukungnya yang kaya raya, Arnon Michan. Pengusaha AS, sekaligus produser film di Hollywood ini telah lebih dahulu diinterogasi oleh pihak keamanan Israel di bulan September tahun lalu.

Netanyahu juga diinterogasi terkait dengan dua kasus 1000 dan 2000. Kasus pertama mengenai suap, dan kedua mengenai perundingannya dengan pemilik koran Yedioth Ahronoth.

Sebelumnya pada Juni 2016 lalu, mantan menteri-menteri rezim Zionis Israel menekankan upaya serius mereka untuk menggulingkan PM Israel Netanyahu yang disebutnya sebagai faktor utama penyebab seluruh masalah Israel.

Amir Peretz, mantan Menteri Peperangan Israel kepada Radio Israel saat itu, mengatakan PM Israel Netanyahu adalah faktor utama penyebab seluruh permasalahan rezim ini. “Ia (Netanyahu) bukan solusi, dan penggantinya dalam pemilu mendatang harus sudah dipastikan,” ungkap Peretz.

Shaul Mofaz, mantan Menteri Peperangan Israel lain yang hubungannya dengan Netanyahu memburuk sejak tahun 2012, menekankan perubahan kebijakan-kebijakan keamanan PM Israel. Ia menuturkan, kebijakan-kebijakan Netanyahu menyebabkan situasi keamanan warga Israel semakin kacau.

Senada pula, Moshe Yaalon dan Ehud Barak, mantan Menteri Peperangan Israel dalam pernyataan terpisah, memprotes kebijakan-kebijakan Netanyahu yang disampaikan dalam konferensi tahunan Herzliya.

Sebelumnya, Ron Huldai, Walikota Tel Aviv juga memprotes kebijakan-kebijakan penuh amarah dan penumpasan kabinet Netanyahu. Ia mengatakan, kebijakan-kebijakan kolonialisme PM Israel memicu reaksi keras dari warga Palestina. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.