Jumat, 17 September 21

PPP ‘Hijaukan’ Semarang Meski Terjadi Dualisme

PPP ‘Hijaukan’ Semarang Meski Terjadi Dualisme
* Romahurmuzy (Romy) dikalungkan bunga sebagai tamu kehormatan Muswil DPW PPP Jateng

Semarang, Obsessionnews – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng kembali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Graha Santika, Selasa (26/5/2015). Hadir dalam acara Ketua PPP hasil muktamar Surabaya, Romarhumuzy atau akrab disapa Romy, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin dan segenap perwakilan DPD PPP di masing-masing Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Acara diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari evaluasi kepengurusan DPW PPP Jateng, pemilihan Ketua, hingga pembahasan bakal calon Kepala Daerah yang nantinya diajukan dalam Pilkada mendatang.

Ratusan kader berseragam hijau mulai memadati lokasi pada pukul satu siang. Kegiatan baru dimulai selang satu jam kemudian. Muswil dilanjutkan sambutan para pimpinan termasuk menteri agama. Berdasarkan pantauan obsessionnews.com, beberapa kader daerah yang condong ke arah Dzan Faridz tidak menghadiri gelaran akbar tersebut.

Bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin datang menghadiri acara lima tahunan partai Ka'bah ini.
Bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin datang menghadiri acara lima tahunan partai Ka’bah ini.

Usai memberikan wejangan selama hampir empat jam, Romy mengadakan keterangan pers di lobby hotel. Dirinya menyerukan para kader di tingkat daerah, khususnya Jawa Tengah untuk tidak terlalu membesarkan dualisme yang saat ini sedang melanda partai. Ia menghimbau kubu Dzan Faridz supaya tidak membawa konflik karena akan memecah belah keinginan para kader PPP untuk bersatu.

“Saya serukan atas nama keinginan untuk bersatu dan atas nama pemahaman yang utuh terhadap sejarah bahwa kader kader kita yang kebetulan ada disana belum terlalu matang untuk mengelola partai ini justru memperluas konflik sedemikian rupa,” ucap Romy menyindir.

Menag di PPP

Ia juga menegaskan bahwa pengurus harian DPW PPP Jateng adalah Masruhan Syamsurie yang dipilih meneruskan ketua sebelumnya yakni Arif Mudasir yang telah meninggal.

“Tadi dalam pidato saya katakan siapa yang memecah belah? Ya tentu bukan dari kita. Dari yang lalu pengurus PPP ya ini. Sehingga kalau mau dikatakan jujur kami tetap pada relnya,” tutur pria murah senyum itu.

PPP di SMg

Seperti diketahui, Dualisme kepengurusan PPP, kini sampai di tingkat DPW PPP Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan munculnya SK DPP PPP No 253/SK/DPP/W/V/2015 yang menunjuk KH M Wafi Maimun Zubair menjadi ketua DPW PPP Jawa Tengah. Hasil Muswil sendiri menyatakan Masruhan Syamsurie terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPW PPP Jawa Tengah selama lima tahun kedepan.

Disisi lain, terkait persiapan Pilkada Desember 2015, Romy menerangkan polemik partai tidak mempengaruhi pendaftaran kepala daerah. Dirinya beralasan sebagaimana surat edaran MA yang memberikan batasan waktu kepada pengadilan banding untuk memutuskan sengketa parpol ini sebelum pendaftaran kepala daerah 26 juli mendatang.

Menag dan Romy di PPP

Dalam Muswil juga disebutkan mengenai penjaringan sejumlah nama Kepala Daerah yang akan diajukan di pemilihan umum. Penjaringan nama calon telah dilaksanakan melalui DPW dan DPD PPP sejak tanggal 1 April – 31 Mei lalu. Hingga akhirnya mengerucut 2 nama yang selanjutnya akan dipilih oleh DPP Partai untuk mendapatkan surat keputusan atau persetujuan.

Pilkada 2015, lanjut Romy, PPP Jateng menargetkan meraih 7 kursi Bupati/Walikota. Meski begitu, dalam pemilihan Kepala Daerah, pihaknya memberi kebebasan kadernya untuk menentukan pilihan pasangan balon wakil beserta partai pengusung.

“Selanjutnya, untuk surat keputusan dari kita tinggal menunggu kesiapan mereka mendapatkan pasangan wakil dan partai pengusungnya, mengingat tidak semua tempat cukup hanya menggunakan kendaraan dari PPP,” tutur Romy.

Menang di PPP SMg

Kedepan, partai berlambang ka’bah tersebut optimis untuk menempatkan kader-kader sebagai calon Kepala ataupun Wakil Kepala Daerah di 75 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Tengah, ia menargetkan kemenangan di tujuh daerah yakni Rembang, Blora, Kota Pekalongan, Pemalang, Kendal, Kab. Semarang dan Purbalingga.

Namun partai tetaplah memprioritaskan kader internal untuk diajukan sebagai Kepala Daerah. “Yang kita masukkan kader internal tersebut tentunya mereka yang saat ini duduk dipengurusan atau yang saat ini telah ada ikatan emosional,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.