Rabu, 5 Agustus 20

Polemik Kepulangan Habib Rizieq, Siapa yang Berbohong?

Polemik Kepulangan Habib Rizieq, Siapa yang Berbohong?
* Habib Rizieq Shihab. (Foto: Edwin/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sudah hampir dua tahun Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berada di Arab Saudi. Ia pergi ke Arab Saudi setelah ada dugaan kasus percakapan mesum dengan seorang wanita bernama Firza Husein. Meski kasusnya sudah di SP3, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia.

Santer terdengar Rizieq akan pulang setelah Pilpres 2019 selesai. Belakangan ia kembali muncul dilayar video dengan mengaku dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia agar tidak bisa keluar negeri. Dengan begitu, keinginan Rizieq untuk pulang ke Tanah Air gagal.

Rizieq dan pemerintah pun saling tuding mengenai polemik kepulangannya. Pemerintah sudah kerap menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah melayangkan surat pencekalan yang ditunjukan kepada Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah bahkan menyebut Rizieq tidak pernah berkomunikasi dengan KBRI Arab Saudi.

Dalam rekaman video yang disiarkan di aksi reuni 212, yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019), Rizieq menegaskan telah mengontak duta besar Indonesia untuk Arab Saudi di Riyadh. Ia menghubungi kedutaan tak lama setelah mendapat surat pencegahan ke luar negeri dari pemerintah Arab Saudi.

“Bahkan duta Besar RI yang berkedudukan di Kota Riyadh, mengrim seorang utusan secara resmi. Yakni ketua Pos Badan Intelejen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh ke rumah saya di Kota Suci Mekkah,” kata Rizieq dalam video itu.

Pihak kedutaan kata Rizieq juga telah meminta sejumlah berkas keimigrasian dalam bentuk fotokopi. Paspor hingga visa pun sudah diberikan. Rizieq juga mengaku sempat berbicara dengan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi melalui ponsel petugas itu.

“Saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke datang ke Mekkah. Bahkan saya ucapkan terima kasih sudah mengirim petugas. Saat itu Pak Dubes juga mengingatkan saya, agar memberikan keterangan yang selengkap lengkapnya.”

Pernyataan Rizieq sekaligus membantah omongan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, yang mengatakan Rizieq belum meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk kepulangannya. Mahfud juga membantah tudingan Rizieq bahwa pemerintah telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk mencekal Rizieq.

Rizieq membantah dan menegaskan bahwa ia betul-betul dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Indonesia. Ia mendasarkan argumennya pada ucapan dua Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, yang mengatakan ada negosiasi antar pejabat tinggi dua negara terkait kepulangannya.

Atas dasar itu, ia menilai pemerintah telah berbohong dan merasa dirinya sebagai korban pengasingan dari pemerintah Indonesia. “Jadi permintaan saya, stop kebohongan. Bangsa ini sedang membutuhkam kejujuran pemimpinya,” tandasnya.

Mendengar pernyataan Rizieq, Mahfud MD kembali menegaskan Rizieq tidak pernah melapor ke KBRI perihal persoalan yang dialaminya di Arab Saudi. Menurutnya, Rizieq tak pernah datang ke KBRI karena menganggap pemerintah Indonesia ilegal.

“Tidak ada (Rizieq melapor). Saya sudah bicara dengan Kedubes, tidak pernah. Dia tidak pernah datang, dia menganggap pemerintah ilegal,” ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/12).

Mahfud hanya membenarkan ada orang yang pernah menemui Rizieq untuk menanyakan persoalan yang tengah dialaminya. Namun, Mahfud tak merinci siapa pihak yang menemui Rizieq. Dia hanya menegaskan Rizieq tak pernah melapor ke KBRI di Arab Saudi.

“Dia sendiri tidak pernah melapor. Kapan gitu laporannya tidak ada,” ujarnya.

Mahfud enggan kembali berkomentar soal klaim Rizieq dicekal pemerintah Indonesia untuk keluar Arab Saudi. Dia mengaku sudah berulang kali menjelaskan kepada publik bawah pemerintah tidak memiliki bukti mencekal Rizieq keluar Arab Saudi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.