Senin, 4 Juli 22

PKS akan Jajaki Koalisi dengan Nasdem  

PKS akan Jajaki Koalisi dengan Nasdem   
* Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman. (Foto: Humas PKS)

Obsessionnews.com – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengonfirmasi adanya rencana silaturahim PKS ke Partai Nasdem pada Rabu (22/6/2022).

“Insya Allah kita akan bertemu dengan pimpinan Nasdem. Kita sudah komunikasi, nanti akan disambut oleh Pak Surya Paloh pada hari Rabu siang,” ujar Sohibul dikutip dari situs resmi PKS (21/6).

 

Baca juga:

Ketua Majelis Syura PKS Prihatin Indonesia Kirim Pembantu Rumah Tangga ke Luar Negeri

PKS Kritik Sistem Kerja Pemerintah di Bidang Pendidikan yang Rugikan Masyarakat

Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir, Sekolah Nelayan PKS Tebar Sejuta Benur Vaname

 

 

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menerangkan, pertemuan tersebut bukan berarti langsung menyepakati terbentuknya koalisi PKS-Nasdem.

“Saya kira pembicaraan kita di hari Rabu nanti tentu tidak akan langsung mengarah ke koalisi. Saya katakan, di PKS itu penentuan koalisi dengan siapa, tentang mengusung siapa dengan siapa, itu keputusannya di Majelis Syura,” kata Sohibul.

Dia menyampaikan silaturahim ini merupakan proses komunikasi politik untuk menyamakan frekuensi.

“Ini adalah proses komunikasi politik untuk bisa menyamakan persepsi, menyamakan frekuensi. Itu nanti menjadi masukan dalam musyawarah Majelis Syura. Kalau nanti ternyata hasilnya dengan Nasdem ternyata memiliki subtansin yang kondusif, maka kita putuskan kemudian untuk berkoalisi dengan Nasdem,” ujarnya.

Sohibul menekankan soal komunikasi dengan lintas partai politik masih dilakukan secara terbuka oleh PKS, sebab saat ini masih berada di fase penjajakan koalisi.

“Memang dinamika koalisi ini jadi perhatian kita semua. Perlu dipahami, fase kita hari ini adalah fase penjajakan koalisi. Karena itu komunikasi yang dilakukan tidak terbatas. Kita melakukan komunikasi dengan semua pihak. Jadi saya kira memang masih secair itu, tidak ada istilah ini sudah jadi, ini sudah bubar, tidak ada. Semua masih penjajakan,” tuturnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.