Rabu, 21 Oktober 20

Pimpinan MPTT Asia Tenggara:  Jaga Pemilu Agar Damai dan Menyejukkan

Pimpinan MPTT Asia Tenggara:  Jaga Pemilu Agar Damai dan Menyejukkan
* Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi. (Foto: Ist)

Batam,  Obsessionnews.com  – Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi,  menyerukan kepada setiap warga negara untuk menjaga dan memelihara Pemilihan Umum  (Pemilu) Presiden- Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif agar berjalan lancar, aman, damai dan menyejukkan.

Abuya mengemukakan hal itu  pada pembukaan Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara II  di Lapangan Welcome To Batam (WTB), Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (24/3/2019) malam.

 

Baca juga:

Muzakarah Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Diharapkan Hasilkan Kader Berakhlak Mulia

MPTT I Asia Tenggara Hasilkan Deklarasi Gorontalo

Muzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional V Kumandangkan Pesan Perdamaian ke Penjuru Dunia 

 

Dalam siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Senin (25/3), disebutkan acara tersebut dihadiri  ribuan peserta dari negara-negara di Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand, serta Indonesia. Ketika itu Abuya menegaskan sebagai warga negara wajib untuk memelihara, memperbaiki serta mengawasi agar negara dan tanah air yang kita cintai dapat terus berkembang dengan baik, sehingga bisa melebihi negara-negara lain atau tidak kalah majunya dari negara-negara yang ada di dunia.

“Kita akan menghadapi pesta demokrasi dalam Pemilihan Presiden dan Legislatif untuk menentukan pemerintahan di dalam negara yang kita cintai ini. Kita harus dapat menjaga dan memelihara agar Pemilu ini berjalan dengan lancar, aman dan damai lagi menyejukkan, sehingga kita dapat memilih pemimpin-pemimpin yang baik untuk menjalankan roda kepemerintahan,” ujar Abuya.

Menurutnya, setiap warga negara wajib untuk mencintai negaranya, serta memelihara dan patuh kepada peraturan perundangan-undangan, baik dalam segi politik, sosial maupun budaya, agar roda pemerintahan berjalan dengan baik. Harapannya akan tercapai maksud dan tujuan menjadikan negara ini baldatun thoyibatun warabbun ghaffur,  negara yang baik, hidup yang madani dan dilandasi kasih sayang antara sesama.

“Tauhid Tasawuf mengajarkan iman kamil, iman yang sempurna dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tasawuf melatih kita untuk membersihkan diri dari sifat-sifat jelek, sehingga yang tumbuh sifat-sifat yang baik, maka negara akan semakin maju. Tidak ada lagi korupsi, penyalahgunaan jabatan, penyalahgunaan narkoba serta ujaran kebencian, semuanya sudah dilandasi rasa cinta dan kasih sayang antara warga bangsa,” tandasnya.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. (Foto: Ist)

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun yang secara resmi membuka Muzakarah Tauhid Tasawuf Asia Tenggara II dalam sambutannya menyatakan pemilu bukanlah ajang untuk memecah belah. Karena itu kita harus senantiasa menjaga persaudaraan (ukhuwah), sehingga pemilu diharapkan berjalan lancar dan damai.

“Setiap warga negara yang cinta kepada negara pasti cinta kepada agamanya dan setiap orang yang cinta kepada agamanya pasti cinta kepada negaranya,” ujar Nurdin.

Dia  berharap dengan berkumpulnya ulama-ulama tasawuf dari berbagai negara di Asia Tenggara di Kota Batam, Kepulauan Riau,  bisa semakin meningkatkan keimanan dan ukhuwah islamiyah dan terus menebarkan islam rahmatan lil’alamin, Islam yang penuh cinta dan kasih sayang.

“Islam itu ibarat satu tubuh, jika anggota tubuh yang satu sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya. Kita harus sama-sama jaga pilar-pilar kebangsaan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI,” tutur  Nurdin.

Mencetak Kader Ulama

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara merupakan kegiatan yang rutin digelar Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Asia Tenggara untuk mencetak kader-kader ulama, mubaligh dan penceramah yang dilandasi cinta dan kasih sayang sebagaimana diajarkan para ulama tasawuf. Sebagai narasumber utama antara lain Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi (Aceh), Syekh KH Muhammad Zein Djarnudji, Pimpinan Pondok Pesantern Roudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Tuan Guru Muhammad Sholeh (Malaysia) dan Abi Razali (Malaysia).

Muzakarah Pengkaderan berlangsung pada 24 – 26 Maret 2019 yang dipusatkan di Asrama Haji Batam. Sebelumnya MPPTI Asia Tenggara telah menyelenggarakan Muzakarah Pengkaderan di Kota Gorontalo, pada 14 – 16 November 2017.  (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.