Kamis, 11 Agustus 22

Pilot Lion Air Resmi Ditahan

Pilot Lion Air Resmi Ditahan
* pesawat Lion Air. (foto: Edwin B/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comKasus penganiayaan terhadap pegawai Hotel La Lisa Surabaya berinisial AR (28) yang diduga dilakukan oleh pilot maskapai Lion Air berinisial AG (29) berujung ke ranag hukum. Korban melaporkan penganiayaan yang diterimanya ke Polrestabes Surabaya. Akibat perbuatannya, kini oknum AG resmi ditahan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (9/5/2019).

 

Baca juga:

Kaca Kokpit Pesawat Lion Air Rute Jeddah-Padang Retak

Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Bakal Terungkap

Tangis Haru Keluarga Saat Penyerahan Jenazah Pilot dan Korban Lion Air

 

Kasus ini berawal dari mencuatnya video tindak kekerasan yang diduga dilakukan seorang pilot Lion Air kepada pegawai hotel yang viral di media sosial sejak akhir April lalu.

Kronologi Pilot Lion Air Aniaya Pegawai Hotel di Surabaya

Kejadian bermula saat AG memutuskan untuk menggunakan jasa laundry baju di hotel. Karena tidak puas dengan hasil setrikaan, ia mendatangi meja resepsionis untuk menyampaikan keluhannya.

Kemudian AG mendatangi AR dengan mengenakan pakaian putih yang sudah dicuci dan disetrika oleh laundry hotel. Kemudian, AG menunjukkan bagian mana dari pakaiannya yang tidak rapi. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendatangi R dan melepaskan pukulan sebanyak empat kali.

“Dipukul dua kali pakai tangan kiri dan dua kali tangan kanan,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Jumat (3/5).

Pada saat kejadian, di tempat yang sama, paling tidak ada lima kru Lion Air lainnya. Hotel yang berlokasi di Gubeng, Surabaya ini memang memiliki kerja sama dengan maspakai besutan Rusdi Kirana itu. Ketika di selidiki polisi, ternyata si pilot tersebut bersama dua pramugara dan tiga pramugari, semuanya ada enam.

Setelah kejadian itu, korban tidak langsung melaporkan AG ke polisi. Saat ditanya mengapa dia baru melaporkan kejadian tersebut baru-baru ini? AR tak banyak komentar. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum.

“Sudah saya serahkan ke kepolisian. Pokoknya sudah saya jelasin, kejadiannya sama yang kayak di YouTube, Facebook, atau Instagram. Sudah gitu ajalah,” kata AR.

Meski AR tidak melaporkan insiden tersebut, polisi tetap bisa membawa AG ke meja hijau. Menurut Rudi, kepolisian bergerak atas laporan model A.

“Walau nanti tanpa melapor, kami bisa melakukan upaya penyelidikan. Nanti baru rangkaiannya, kami sudah siapkan apa yang harus dilakukan. Termasuk nanti meminta visum korban,” jelas dia.

Pilot Lion Air Resmi Ditahan

Saat ini polisi resmi menahan AG di Mapolrestabes Surabaya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Kompas.com, Kamis (9/5).

“Terhitung hari ini sudah kami tahan di Mapolrestabes. Nanti kami akan live,” ujar Barung.

Barung memastikan, AG sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan AG sebagai tersangka, setelah polisi memeriksa video pemukulan yang diduga dilakukan oleh pilot Lion Air terhadap pegawai La Lisa Hotel Surabaya. “Kalau dilihat dari video, itu penganiayaan,” ucapnya.

Polda Jatim memiliki sejumlah alasan mengapa kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oknum pilot kepada pegawai hotel di Surabaya itu diambil alih. Salah satu alasannya adalah kepolisian tidak ingin ada intervensi dalam menangani perkara tersebut. Selain itu, kasus tersebut juga menjadi perhatian publik luas. Polda Jatim berkomitmen untuk menangani kasus tersebut secara serius.

Seperti diketahui, pada Jumat (3/5) AR (28) yang diduga menjadi korban pemukulan pilot Lion Air AG (29), mendatangi Polrestabes Surabaya untuk melaporkan tindak kekerasan tersebut. AR bersama pihak hotel dan kuasa hukumnya melaporkan kasus pemukulan itu di SPKT Polrestabes Surabaya. Oleh polisi, AR juga sempat dimintai keterangan sekitar lima menit. Pihak kepolisian kemudian menerbitkan laporan polisi nomor STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.