Jumat, 7 Agustus 20

Pesona Alam dari Ketinggian Candi Ijo

Pesona Alam dari Ketinggian Candi Ijo

Yogyakarta – Yogyakarta sangat kaya akan peninggalan purbakala, namun hanya kurangnya promosi saja sehingga sangat sedikit peminatnya. Tahukah candi yang letaknya tertinggi di Yogyakarta? Ya, candi ini adalah Candi Ijo yang terletak di Pedukuhan Nglengkong, Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Objek wisata candi tidak hanya Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan Candi Prambanan di Yogyakarta, tetapi masih banyak candi-candi lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Walaupun tidak sebesar kedua candi tersebut, Candi Ijo tetap saja menarik karena memiliki ciri khas tersendiri. Candi berlokasi di atas bukit yang bernama gumuk ijo (gumuk = bukit, ijo = hijau) ini tampak berdiri kokoh dengan megahnya.

Candi Ijo dikelilingi bukit yang hijau. Di sebelah barat candi ini sesekali terlihat pesawat mendarat di landasan Bandara Adi Sutjipto, sementara di sisi barat lautnya jika kita beruntung akan menampakkan diri Gunung Merapi yang anggun di balik awan, ditambahkan pula sunset yang indah. Sebelah timur laut adalah wilayah Klaten pinggiran dengan rumah-rumah yang kelihatan kecil di kejauhan. Sebelah selatan juga terlihat jurang dan lembah hijau sepanjang wilayah Piyungan dan pinggiran kaki bukit Gunung Kidul sebelah barat berupa jurang-jurang curam dan persawahan.

Berdasarkan temuan-temuan arca-arca di Candi Ijo, candi ini merupakan candi yang berlatar belakang agama Hindu. Candi peninggalan abad ke-9 Masehi yang dibangun pada 850-900 Masehi ini mempunyai hubungan dengan raja-raja yang berkuasa pada tahun tersebut. Candi Ijo merupakan bangunan pemujaan peninggalan dari masa klasik Jawa Tengah atau zaman Hindu-Buddha.

Kompleks Candi Ijo terdiri atas 17 struktur bangunan pada 11 teras, seperti kebanyakan candi di Jawa Timur yang memiliki teras semakin ke atas terdapat candi-candi yang berdiri. Teras paling atas merupakan kedudukan candi induk. Di dalam candi induk terdapat sebuah bilik dengan Lingga-Yoni di dalamnya yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati. Di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Pada dinding luarnya terdapat relung-relung untuk menempatkan arca Agastya, Ganesa, dan Durga.

Jika Anda ingin berkunjung ke Candi Ijo cukup mengisi daftar buku tamu tanpa dipungut biaya. Pengunjung sudah bisa menikmati candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya, serta pesawat yang tengah landing. Rata-rata pengunjung biasanya 1.000 orang per bulan. Eka Hadiyanta, Ketua Registrasi Penetapan dan Informasi, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) mengatakan, Candi Ijo mempunyai keunikan dan khas tersendiri dibandingkan dengan candi-candi lainnya. Selain belajar mengamati peninggalan sejarah juga bisa menikmati melihat pemandangan kota Yogyakarta dari atas bukit Candi Ijo.

Pemberian nama lokasi Candi Ijo berdasarkan letak candi ditemukan. Candi Ijo ditemukan di perbukitan ijo. Sebutan ijo ialah berarti hijau yang pertama kalinya ada dalam prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi. Disebutkan dalam prasasti tersebut, ada seseorang yang berasal dari Desa Ijo yang menghadiri upacara keagamaan. Bunyinya adalah sebagai berikut: “Anak wanua i Luang hijo i.” “Ada juga yang menafsirkan cerita dongeng lowo ijo (kelelawar hijau) dengan selirnya menjadikan Candi Ijo sebagai tempat persembunyian,” terang Eka Hadiyanta pekan lalu.

Untuk menuju ke Candi Ijo pengunjung dapat menempuh rute Candi Prambanan ke arah selatan, seperti menuju ke Keraton Ratu Boko. Dari Kota Yogyakarta, Candi Ijo terletak 28 kilometer ke arah timur. Ikuti jalan selatan Desa Plempoh dan akan ketemu plang menunjukkan arah Candi Ijo. Beberapa meter dari plang ada jalan kecil di timur jalan raya jalan inilah yang harus dilalui untuk sampai ke Candi Ijo.

Jalan menuju ke Candi Ijo kecil dan menanjak. Namanya juga berada di lereng bukit. Jadi harus berhati-hati. sepanjang perjalanan sekitar 2 kilometer menuju ke kompleks Candi Ijo akan disuguhi pemandangan alam yang menyegarkan mata, dapat melihat daerah yang tempatnya lebih rendah. Jalan tidak terlalu sepi karena ada rumah-rumah penduduk, dan juga ada aktivitas penambangan batu kapur. Tidak sulit menemukan Candi Ijo, karena kelihatan dari jalan. Candi Ijo buka setiap hari pukul 07.30-15.00 WIB. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts