Rabu, 19 Juni 19

Pertemuan AHY-Jokowi Jadi Pintu Masuk Demokrat Gabung Koalisi Pemerintah

Pertemuan AHY-Jokowi Jadi Pintu Masuk Demokrat Gabung Koalisi Pemerintah
* Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono temui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). (Foto: JAY/Humas Setkab)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pertemuan Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) berjalan sangat cair. AHY berbicara soal menjadi bagian besar untuk mewujudkan Indonesia yang semakin baik lagi.

“Alhamdulillah sore ini saya bisa silaturahim, sudah lama tidak silaturahim. Tadi juga jadi suatu yang baik untuk silaturahim setelah kesibukan beliau dan kami juga di lapangan selama 8 bulan terakhir ini,” ujar AHY usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

 

Baca juga:

Pilpres 2019, Jokowi Menang di 21 Provinsi

Munarman Sebut Prabowo Bisa Menang, Syaratnya Jokowi Didiskualifikasi

Partai Koalisi Jokowi Buka Peluang Beri Kursi Pimpinan MPR ke PAN

 

Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung di tengah upaya Demokrat gabung bersama koalisi Kabinet Indonesia Kerja (KIK). Meski begitu AHY mengaku tidak bicara soal peluang itu dengan Jokowi. Ia mengaku hanya ingin memberi masukan-masukan untuk bangsa dan negara.

“Yang jelas semangatnya adalah kita ingin melihat Indonesia ke depan semakin baik. Kita juga harus terus menyumbangkan pemikiran dan gagasan karena tentunya sebagai semangat dari demokrasi dan keinginan mewujudkan Indonesia semakin baik ke depan,” ucap AHY.

Rencana pertemuan ini sudah direncanakan beberapa waktu lalu. Namun, AHY mengaku baru dikontak Mensesneg Pratikno soal undangan Jokowi untuk bertemu di Istana. Hingga akhirnya AHY bertemu di Istana sore ini dengan suasana pertemuan yang disebut AHY sangat baik.

Sekali lagi putra Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ingin ikut bagian menjadikan Indonesia semakin lebih baik ke depan. “Kita juga selalu harus bisa membangun semangat untuk menjadi bagian besar mewujudkan Indonesia yang semakin baik ke depan,” tambah dia.

Dalam beberapa hari terakhir, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin selalu melakukan manuver politik untuk menarik Demokrat dan PAN dari koalisi capres Prabowo-Sandiaga. Maka dengan pertemuan ini jalan PD bergabung ke koalisi Jokowi sangat terbuka lebar.

“Itu bisa dimaknai kita bahwa Partai Demokrat bisa bersama-sama dengan koalisi pemerintahan Jokowi membangun Indonesia lima tahun ke depan,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily.

“Pada prinsipnya, bagi kami, membangun bangsa ini harus dilakukan dalam kebersamaan,” Ace menambahkan. Pernyataan Ace menjawab pertanyaan apakah TKN terbuka jika PD bergabung ke koalisi mereka.

Terlepas dari itu, Ace mengatakan pertemuan AHY dengan Jokowi menunjukkan bahwa sang petahana selalu terbuka bertemu dengan siapa pun. Pertemuan itu juga, menurutnya, bisa menautkan kembali silaturahmi serta komunikasi yang sebelumnya terpengaruh oleh kontestasi pilpres.

Ace mengatakan sikap Jokowi menunjukkan, sifat kenegarawanan jauh lebih penting daripada sekadar kontestasi pemilu. “Pertemuan Presiden Jokowi dan AHY tentunya diharapkan menjadi teladan bagi seluruh elite politik agar masyarakat dapat merasakan suasana yang sejuk, terutama menghadapi bulan Ramadan,” sebut Ace.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad tetap meyakini Koalisi Indonesia Adil Makmur yang digawangi capres Prabowo-Sandiaga tetap solid. Dasco mengatakan pihaknya tidak mengetahui tujuan dari pertemuan tersebut. Namun, menurutnya seluruh pihak harus saling menghormati.

“Kami masih yakin dan percaya, bahwa partai Demokrat serta partai-partai koalisi yang lain masih tetap solid bersama Koalisi Adil Makmur,” ujar Dasco Ahmad di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengatakan, tidak ada yang bisa melarang partai politik untuk melakukan pertemuan. Hal ini, kata Dasco, lantaran sifat politik yang dinamis.

“Kalau menurut saya pertemuan-pertemuan itukan nggak bisa larang, karena politik inikan dinamis dan itu hak politik dari masing-masing partai politik,” kata Dasco. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.