Kamis, 14 November 19

Pilpres 2019, Jokowi Menang di 21 Provinsi

Pilpres 2019, Jokowi Menang di 21 Provinsi
* Peneliti senior LSI Denny JA Ardian Sopa. (foto: Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pilpres 2019 telah usai. Dari hasil hitung cepat (quick count) berbagai Lembaga survei menunjukan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

 

Baca juga:

Munarman Sebut Prabowo Bisa Menang, Syaratnya Jokowi Didiskualifikasi

Partai Koalisi Jokowi Buka Peluang Beri Kursi Pimpinan MPR ke PAN

Ketum PAN Disebut Sudah Melobi Jokowi Minta Kursi Ketua MPR

 

Temuan survei terbaru Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 55.71 %, sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 44.29 %.

“Artinya versi quick count, Jokowi- Maruf memenangi pilpres 2019,” ujar peneliti senior LSI Denny JA Ardian Sopa dalam paparan hasil surveinya di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Quick count sejumlah lembaga survei yang dipublikasi menunjukan Jokowi-Ma’ruf menang dengan selisih 9-11 %. Selisih terkecil antara kedua pasangan calon terdapat dalam hasil quick count Lembaga Indobarometer.

“Dimana selisih antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi sebesar 8.70 %,” katanya.

Sementara selisih terbesar antara kedua calon terdapat dalam quick count LSI Denny JA. Hasil data 100 % quick count LSI Denny JA menunjukan bahwa selisih kedua pasangan calon mencapai 11.42 %.

Data quick count LSI Denny JA menunjukan bahwa Jokowi-Ma’ruf menang di 21 provinsi di Indonesia. Sementara Prabowo-Sandi menang di 13 provinsi di Indonesia.

Pemilih pada pilpres 2019 tercatat sebesar 192.866.254 pemilih dengan asumsi partisipasi pemilih sebesar 80.76 % (versi QC), maka estimasi suara sah pada pilpres 2019 sebesar 155.758.787 suara.

Jika Jokowi-Ma’ruf memperoleh suara sebesar 55.71 % artinya sama dengan 86.773.220 suara. Dan Prabowo-Sandi memperoleh suara 44.29 % artinya setara dengan 68.985.566 suara.

“Jika selisih kedua pasangan calon sebesar 11.42 %, artinya selisih itu setara dengan kurang lebih 17 juta suara selisih antara kedua kandidat,” jelas Ardian.

Selain quick count, LSI Denny JA juga melakukan Exit Poll (survei saat pemilih keluar dari TPS) pada 17 April 2019 lalu. Data Exitpoll mampu memetakan dukungan kedua pasangan kandidat di saat hari pemilihan.

Di pemilih Muslim, Jokowi-Maruf memperoleh dukungan sebesar 51.7 %. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 48.3 %.

“Artinya kedua pasangan kandidat bersaing ketat di kantong pemilih muslim,” ungkap Ardian.

Dia menambahkan, jika hasil pilpres pada 17 April 2019 dibandingkan dengan survei LSI Denny JA pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung stagnan bahkan sedikit menurun di pemilih Muslim. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi naik signifikan di pemilih muslim.

“Pada Agustus 2018, Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 52.7 %. Pada saat Pilpres 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 51.7 %,” bebernya.

Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi pada survei LSI Denny JA bulan Agustus 2018 sebesar 27.9 %. Naik signifikan pada pilpres 17 April 2019 yaitu mencapai 48.3 %.

Jika pemilih muslim dipetakan lagi menurut asosiasi organisasi keagamaan mereka maka terlihat ada perbedaan pilihan di segmen-segmen tertentu. Di pemilih yang mengasosiasikan diri mereka sebagai bagian dari NU, Jokowi-Ma’ruf unggul sekitar 7 % dibanding Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma’ruf berhasil meraih dukungan sebesar 53.8 % di pemilih NU, sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 46.2 %. Sementara di pemilih yang mengasosiakan diri mereka sebagai bagian dari PA 212 dan FPI, Prabowo-Sandi unggul telak.

Sementara kedua pasangan kandidat pun bersaing ketat di pemilih yang mengaosiasikan diri sebagai bagian dari ormas Muhammadiyah dan tidak merasa bagian dari ormas manapun.

Jika dibandingkan dengan data survei LSI Denny JA pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf tak banyak berubah. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung mengalami kenaikan signifikan di hampir semua segmen pemilih yang terasosiasi dengan ormas tertentu.

Misalnya di pemilih NU, pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 55.1 %. Pada 17 April 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf menjadi 53.8 %. Artinya dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di segmen ini cenderung stagnan dan bahkan mengalami sedikit penurunan. Sebaliknya Prabowo-Sandi hanya mendapat dukungan sebesar 26.4 % pada survei Agustus 2018.

Namun naik signifikan di saat hari H pemilu yaitu menjadi sebesar 46.2 % di pemilih NU. Meski dukungan Prabowo-Sandi naik signifikan di pemilih NU, namun tak bisa melewati dukungan Jokowi-Maruf di pemilih NU. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.