Minggu, 4 Desember 22

Persidangan UFO, Ismar Syarifuddin: Majelis Hakim Seharusnya Netral

Persidangan UFO, Ismar Syarifuddin: Majelis Hakim Seharusnya Netral
* Koordinator penasihat hukum tiga terdakwa, yaitu Ismar Syafruddin. (Foto: Dok OMG)

Obsessionnews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kembali menggelar persidangan tiga ustaz yang menjadi terdakwa kasus dugaan terorisme, yaitu Ustaz Farid Ahmad Okbah atau yang akrab disapa UFO, Ustaz Ahmad Zain An-Najah dan Ustaz Anung Al Hamat, pada Rabu (21/9/2022).

Dalam persidangan tersebut, pihak terdakwa meminta kepada majelis hakim untuk memindahkan penahanan tiga terdakwa tersebut dari rumah tahanan (rutan) Cikeas ke rutan yang lainnya.

Baca juga: Penasihat Hukum UFO Minta Ganti Hakim dalam Persidangan

Koordinator penasihat hukum tiga terdakwa, yaitu Ismar Syafruddin mengaku sudah ada pembicaraan dengan Densus dan teman-teman dari dua direktur, yakni direktur penyidikan dan direktur Densus soal pemindahan tahanan ketiga terdakwa dugaan teroris dari rutan Cikeas, Bogor, Jawa Barat ke rutan yang lainnya.

“Semuanya sangat mendukung pemindahan, karena mereka menyadari, di penanganan Cikeas itu memang tidak diperbolehkan untuk dikunjungi, karena SOP nya seperti itu,” ujar Ismar dikutip dari channel TVOMG News, pada Selasa (27/9/2022).

Awalnya, mereka sudah membolehkan untuk dipindahkan demi penegakkan hukum, keadilan, dan demi pelanggaran yang tidak berkelanjutan.

Baca juga: Soal Tempat Peradilan UFO, Kuasa Hukum: Putusan Hakim Sungguh Tidak Beralasan

“Tadi dengan sangat manis, perkataan-perkataan dari majelis hakim luar biasa manisnya, yaitu bahwa semua diberikan hak untuk berkunjung ke manapun, tapi faktanya sudah lima kali tim kita termasuk salah satu tim kita ada yang diancam mau ditembak waktu mau hadir berkunjung ke terdakwa di Cikeas. Padahal kita sama-sama penegak hokum,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini ada yang aneh. Dia mengaku hanya mau minta peradilan yang jujur, adil, dan terbuka. “Kami tidak minta di luar aturan hukum yang ada,” katanya.

Tak hanya itu, majelis hakim seharusnya jangan terpancing emosi dalam persidangan. Sehingga menghasilkan putusan yang tidak netral.

“Dalam memimpin persidangan harusnya netral, tidak berpihak ke siapa pun ini seakan-akan putusan ini sudah dibuat,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.