Selasa, 7 Desember 21

Permintaan Sekuritisasi Pendapatan Tol Jasa Marga Capai 5,1 Triliun

Permintaan Sekuritisasi Pendapatan Tol Jasa Marga Capai 5,1 Triliun

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan salah satu inovasi alternatif pendanaanya melalui penerbitan produk sekuritisasi. Ini diterbitkan dengan nama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri JSMR01- Surat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi (KIK EBA Mandiri JSMR01), dengan PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk  yang bertindak selaku Manajer Investasi dan Bank Kustodian serta PT Mandiri Sekuritas yang bertindak selaku Arranger.

Adapun hak atas pendapatan yang disekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi  (Jagorawi), yang merupakan tol pertama di Indonesia dan salah satu ruas tol yang paling mature yang dimiliki oleh Jasa Marga.

Produk ini mendapat dukungan dari para stakeholder, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan (Bursa Efek Indonesia (BEI) serta para investor (yang utamanya terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management).

Turut mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari publik. Terlihat dari tingkat permintaan mencapai Rp5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan. Ini juga mencerminkan minat yang tinggi dari para investor terhadap produk sekuritisasi ini.

Keterangan resmi  dari M. Agus Setiawan, Corporate Secretary JSMR, Kamis (31/8/2017) menyatakan,  pada produk sekuritisasi dimaksud, Jasa Marga selaku Originator transaksi juga akan bertindak sebagai Collection Manager.  Tentunya memiliki bertugas mengumpulkan pendapatan tol Jagorawi yang disekuritisasikan dan mendistribusikannya ke KIK EBA Mandiri JSMR01. Kemudian akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi kepada para Pemegang Unit Penyertaan (Investor).

Hingga Semester I Tahun 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km. Saat ini juga  tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019, dimana sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi.

Di tengah keagresifan perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp 1,016 Triliun pada semester I tahun 2017.

Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada 3 Agustus 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) (6,80 km) yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang (7,10 km). Tol ini telah beroperasi sejak April 2017. Sehingga saat ini jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh.

Selain itu, pada triwulan 3 tahun 2017, Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dimana saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.

Sementara perkembangan  konstruksi jalan tol Jasa Marga hingga 30 Juni 2017 yang direncanakan akan beroperasi di akhir tahun 2017 adalah jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian (15,50 km), progres pekerjaan konstruksi 90,54%.

Lalu jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), progres pekerjaan konstruksi 81,51%, jalan tol Solo-Ngawi (90,25 km), progres pekerjaan konstruksi 66,85%, jalan tol Ngawi-Kertosono (25,00 km), progres pekerjaan konstruksi 73,97%.

Selanjutnya, jalan tol Gempol-Pasuruan seksi Rembang-Pasuruan (6,60 km), progres pekerjaan konstruksi 20,85%. (Popi*JM)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.