Kamis, 6 Agustus 20

Perlu Dicatat! Hoaks Covid-19 Bisa Sebabkan Kematian

Perlu Dicatat! Hoaks Covid-19 Bisa Sebabkan Kematian
* Salah satu berita yang diberi stempel hoaks oleh situs covid19.go.id. (Foto: covid19.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Media sosial (medsos) sarana yang populer dan efektif untuk menyebarluaskan berbagai informasi. Tidak dapat dipungkiri medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan WhatsApp, mempunyai pengaruh yang besar pada banyak orang. Oleh karena itu hendaknya kita bijak berbagi info, termasuk info tentang Covid-19, melalui medsos. Cek terlebih dahulu kebenaran info sebelum disebarkan ke medsos. Jangan ikut-ikutan menyebarkan hoaks alias berita bohong!

 

Baca juga:

Di Masa Pandemi Covid-19, IPC Pastikan Pembangun Terminal Kijing Terus Berjalan

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pilkada 2020 Akan Jadi Pertaruhan Besar

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Patuhi Protokol Kesehatan

 

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) meluncurkan situs www.covid19.go.id sebagai sumber informasi resmi penanggulangan virus corona yang kini menjadi pandemi global. Situs covid19.go.id memberi stempel hoaks pada ratusan berita. Tiga di antaranya adalah “DKI kembali Zona Merah, Bogor Zona Hitam”, “Motor Terbakar Di Yogyakarta Karena Hand Sanitizer”, dan “China Akui Dokter Palestina Penemu Vaksin Corona yang Terbukti Ampuh 100 Persen”.

Perlu dicatat! Hoaks dan misinformasi terlihat sepele dan tanpa konsekuensi. Tetapi sesungguhnya mereka tak boleh diacuhkan. Mereka dapat menyebabkan kebingungan, kecemasan, dan bahkan kematian.

Sejumlah negara melaporkan kasus-kasus orang minum bahan berbahaya yang disangka bisa melindungi diri dari virus corona. Mereka malah jatuh sakit dan beberapa orang meninggal.

Hampir setiap negara di dunia berjuang menghadapi informasi palsu yang disebut sebagai infodemic.

Covid-19 menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Sementara pengetahuan ilmiah tentangnya tertinggal. Di saat para ahli masih terus mempelajari, orang-orang amoral memanfaatkan celah untuk menyebarkan hoaks.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.