Minggu, 22 September 19

Perkuat Kerja Sama Investasi, Ridwan Hisjam Pimpin Kunjungan DPR ke AS

Perkuat Kerja Sama Investasi, Ridwan Hisjam Pimpin Kunjungan DPR ke AS
* Ridwan Hisjam pimpin kunjungan Komisi VII DPR ke Amerika Serikat. (Foto: Dokumen Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Rombomgan Komisi VII DPR yang dipimpin Ridwan Hisjam melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat bersama Direktur Pertamina Haryo,  Direktur PLN Djoko Aburahman, pejabat SKK Migas Agus dan Winarni pejabat eselon I dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (LHK), serta Lembaga USINDO, Direksi PT Chevron J.J Ong , dan Sara Benaszak dari Exxon Mobil.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada 16-26 Agustus 2019 ini, Komisi VII DPR melakukan pertemuan dengan KJRI dan perwakilan dari Chevron, Exxon Mobil dan Kadin Amerika. Beberapa isu yang dibahas diantaranya mengenai, kepastian hukum guna menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Terutama untuk menjaga hubungan ke dua negara.

Ridwan mengatakan, KKKS seperti Chevron dan Exxon Mobil tidak hanya semata menjadikan profit sebagai pertimbangan utama dalam pengembangan investasi sektor migas di Indonesia tetapi faktor keamanan dan stabilitas sistem peraturan yang berlaku perlu dijaga.

“Karena peraturan yang berubah ubah menjadikan investor sulit dalam memproyeksikan investasi kedepan,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8/2019).

Ridwan memaparkan, Chevron sebagai salah satu perusahaan besar migas dunia mengembangkan sayap bisnisnya di sektor renewable energy khususnya geothermal. Namun karena ketidakpastian sistem perturan di sektor renewable maka perkembanganya tidak sebagaimana yang diharapkan.

“Potensi geothermal Indonesia yang cukup besar belum terlalu atraktif di mata investor. Oleh karena itu tim Kunjungan Kerja Komisi VII mendorong Pemerintah tidak hanya melakukn deregulasi secara kuantitatif tetapi juga bisa menjamin dan meyakinkan para investor akan keamanan investasinya,” jelasnya.

Politisi senior Partai Golkar itu menjelaskan, sesuai dengan UU MD3 ada 3 fungsi DPR RI yaitu fungsi pengawasan, legislasi dan fungsi budget plus fungsi diplomatik. Karena itu tujuan Kunker Komisi VII ke New York dalam rangka fungsi diplomatik untuk mempromosikan peluang investasi di sektor energi dan pengembangan teknologi.

Menurutnya rezim kontrak apapun bagi para investor bidang energi fuel fossil seperti Chevron dan Exxon Mobil tidak mengapa karena setiap rezim kontrak apakah PSC Konvensional dengan cost recovery atau PSC Gross Split keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan.

“Yang terpenting adalah mampu membuat perusahaan menjadi kompetititif di semua segmen dari upstream hingga downstream,” tandasnya.

Adapun mengenai soal kelistrikan, Manhattan sebagai salah satu kota di New York juga pernah black out. Namun dengan relatif cepat bisa diatasi, kuncinya kata Ridwan adalah reserve margin yang tinggi serta membuat listrik komunal solar cell yang dijual pada konsumen.

“Jadi dengan back up dalam bentuk reserve margin yang tinggi serta pengembangan dan investasi di sektor renewable energy bisa menjadi sbagian dari solusi untuk mencegah dan menangani blac out seperti yang belum lama tetjadi di Indonesia,” tandasya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.