Minggu, 19 September 21

Peringati Hardiknas, Jokowi Undang Pegiat Minat Baca ke Istana

Peringati Hardiknas, Jokowi Undang Pegiat Minat Baca ke Istana
* Presiden jokowi bersilaturahmi dengan pegiat minat baca.

Jakarta, Obsessionnews.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Presiden Jokowi mengundang komunitas pegiat minat baca di Istana Negara, Jakarta. Presiden Jokowi mengapresiasi komunitas ini atas perjuangan mereka meningkatkan minat baca anak-anak di berbagai pelosok daerah.

“Senang sekali, bahagia sekali siang ini saya bisa bertemu saudara-saudara sekalian. Saya sudah dengar perjuangan bapak-ibu semua terutama dalam mendorong masyarakat kita menjadi cerdas dan terbuka wawasannya,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Silaturahmi Presiden Jokowi dengan pegiat minat baca ini dimulai pukul 11.00 Wib. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendy. Sedangkan dari pegiat minat baca hadir sebanyak kurang lebih 35 orang.

Presiden Jokowi mengatakan kehadiran pegiat minat baca sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama yang tinggal di daerah terpencil. Di daerah tersebut tidak hanya akses pendidikan yang diperlukan tetapi juga yang lebih penting adalah akses membaca bagi masyarakat di sana.

“Dengan cara memberikan bacaan saya kira ini sebuah kegiatan yang di tempat manapun terpencil, kampung-kampung ini sangaa diperlukan oleh anak-anak kita,” katanya.

Pegiat minat baca ini datang dari berbagai daerah. Media bacanya bermacam-macam, diantaranya perahu, mobil, gerobak, bemo, becak, kuda, motor dan lainnya. Sebagian diperkenankan oleh Presiden Jokowi untuk menceritakan kisahnya.

“Kalau saya ke daerah biasaya saya bagi buku tulis dan dongeng rakyat sehingga sepulang ini saya minta menteri untuk menmbahi oleh-oleh buku sebanyak-banyaknya dan saya senang sekali bahwa cara menyampaikan buku-buku itu ada lewat perahu, bemo, kuda ada yang dengan jualan jamu, ada apa lagi macam-macam, ini sangat bagus sekali,” tukas Jokowi.

Pegiat tidak percaya minat baca masyarakat Indonesia rendah. Kesediaan dan akses kepada buku lah yang menjadi kendala. Untuk itu, para pegiat berharap agar pemerintah mengoptimalkan kesediaan dan akses buku yang merata sampai ke desa-desa dan daerah terpencil.

Pegiat juga mendorong gekarakn minat baca ini menjadi gerakan nasional. Karena itu diperlukan Instruksi Presiden (Inpres) terkait minat baca (literasi) agar pemerintah pusat dan daerah berperan aktif dalam mendukung dan mengembangkan gerakan ini serta bersinergi dengan pengelola TBM dan pegiat di setiap daerah.

Selanjutnya pegiatn mendorong pemerintah untuk mengeluarkan regulasi khusus yang memungkinkan agar harga buku bisa menjadi lebih tejangkau bagi masyarakat luas seperti penghapusan pajak buku, harga khusus pengiriman buku hingga upaya mendirikan toko buku kecil di daerah. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.