Sabtu, 14 Desember 19

Percepat Pengembangan UMKM, Suku Bunga KUR Diturunkan Jadi 6% Per Tahun

Percepat Pengembangan UMKM, Suku Bunga KUR Diturunkan Jadi 6% Per Tahun
* Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: ekon.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satu program pemerintah untuk mengembangkan UMKM adalah memberikan pinjaman dana melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah menunjuk bank-bank untuk menyalurkan KUR.

 

Baca juga:

Kuartal III 2019 Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,45 Triliun

KUR BRI Berandil Kembangkan UMKM

 

Pemerintah menurunkan suku bunga KUR menjadi 6% per tahun, dari semula 7%. Selain itu total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020, dan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024. Plafon maksimum KUR Mikro pun dilipatgandakan, dari semula Rp25juta menjadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM mengatakan, kebijakan ini diambil dalam rangka mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu sejalan dengan akan diterbitkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Hal ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Airlangga menuturkan, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah.

“Selain perubahan plafon KUR Mikro, total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan pun mengalami perubahan, dari semula sebesar Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Sedangkan untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi,” ujarnya.

Perubahan kebijakan KUR ini diharapkan mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia, mengingat begitu penting dan strategisnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 menunjukkan total unit usaha UMKM mencapai 99,9% dari total unit usaha.

Selain itu penyerapan tenaga kerjanya sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika ditinjau dari kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pun UMKM menyumbang hingga sebesar 60,34%.

“KUR ini didorong untuk semua sektor, tapi kita akan fokus membangun KUR berbasis kelompok atau klaster, karena akan lebih efisien untuk perekonomian,” ucap Airlangga. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.