Kamis, 6 Agustus 20

Pentingnya Upskilling SDM Pariwisata dalam Forum G-20

Pentingnya Upskilling SDM Pariwisata dalam Forum G-20
* Pentingnya upskilling dan reskilling SDM pariwisata dan ekonomi kreatif. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comPemerintah Republik Indonesia mengusung isu pentingnya upskilling dan reskilling SDM pariwisata dan ekonomi kreatif dalam forum virtual bertajuk ‘The Second G20 Tourism Working Group Meeting’ pada Kamis-Jumat, 2-3 Juli 2020 yang lalu.

Baca juga: Kemenparekraf Minta Pelaku Pariwisata Manfaatkan Kebijakan Pemerintah

Direktur Hubungan Antarlembaga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kartika Candra Negara mengatakan, forum virtual ‘the 2nd G20 TWG’ ini fokus mendiskusikan berbagai upaya dalam mengakselerasi proses transisi menuju kenormalan baru sekaligus mendorong kerja sama yang lebih erat terutama dalam isu Inclusive Community Development through Tourism dan Seamless Travel setelah masa pendemi Covid-19 berakhir.

Berdasarkan data statistik, pada periode Januari-April 2020 international tourist arrival secara global mengalami penurunan sebesar -44% dibandingkan pada periode yang sama pada 2019. Penurunan terbesar terjadi di kawasan Asia Pasifik yang mencapai -51% diikuti oleh kawasan Eropa (-44%), Timur Tengah (-40%), Amerika (-36%), dan Afrika (-35%).

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Pelaku Pariwisata Ciptakan Ide Baru Hadapi Era New Normal

Menanggapi hal tersebut, Kartika memaparkan inisiasi yang telah dilakukan pemerintah Indonesia. “Kami menekankan pentingnya program pelatihan daring secara gratis untuk upskilling dan reskilling ribuan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Kartika dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2020).

Dia juga mengatakan, pentingnya terus dilaksanakan kerja sama antara Kemenparekraf dengan ASEAN Tourism Associations (ASEANTA) dan pemangku kepentingan swasta nasional maupun regional Asia Tenggara lainnya dalam menyelenggarakan beberapa pertemuan webinar.

Pemerintah Indonesia juga telah menyusun Hand book on the Hygiene, Health, and Safety (HHS) Protocol Guideline yang menjadi panduan bagi pemangku kepentingan nasional pada masa normal baru di sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Kemenparekraf Siapkan Langkah Pemulihan Sambut Normal Baru di Sektor Pariwisata

Kartika juga menyampaikan mengenai pentingnya untuk mempertimbangkan kondisi infrastruktur di negara-negara berkembang dan kepulauan.

“Selain juga peran penting UMKM seperti Homestay dan Guesthouse yang merupakan tulang punggung bagi banyak destinasi berbasis komunitas di berbagai negara,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.