Rabu, 12 Agustus 20

Kemenparekraf Bagi Pengalaman Mitigasi Covid-19 di Forum UNWTO

Kemenparekraf Bagi Pengalaman Mitigasi Covid-19 di Forum UNWTO
* Forum UNWTO Comission for East Asia & The Pacific UNWTO Commission for South Asia (CAP-CSA) Thirty-Second Joint Meeting (Virtual) yang berlangsung pada Selasa (30/6/2020). (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membagi pengalaman dan langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menjalankan mitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam forum UNWTO Comission for East Asia & The Pacific UNWTO Commission for South Asia (CAP-CSA) Thirty-Second Joint Meeting (Virtual) yang berlangsung pada Selasa (30/6/2020).

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf K. Candra Negara selaku pimpinan delegasi mengatakan, pertemuan Komisi Regional UNWTO ke-32 yang digelar secara virtual mendiskusikan berbagai upaya dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 di kawasan Asia Pasifik dan Asia Selatan.

Termasuk mengenai rebuilding consumer confidence melalui strategi Innovation, Investments and Digital Transformation yang disampaikan UNWTO.

“Pertemuan ini merupakan forum regional UNWTO pertama yang harus dilakukan secara virtual setelah kegiatan pertemuan fisik di Sri Lanka dibatalkan akibat pandemi Covid-19,” ujar Candra dalam keterangan tertulisnya, Kamis(2/7).

Dalam kesempatan itu Candra mengatakan, pihaknya menyampaikan langkah pemerintah Indonesia dalam melakukan mitigasi berdasarkan tiga arahan besar Presiden Joko Widodo.

Yaitu program perlindungan sosial bagi pekerja pariwisata, realokasi anggaran untuk program atau kegiatan padat karya, serta stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemenparekraf kemudian menerjemahkan tiga arahan tersebut dalam berbagai program. Di antaranya bantuan langsung sementara bagi pekerja sektor kepariwisataan yang terdampak langsung pandemi, pelatihan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kepariwisataan, dan menjalin kerja sama dengan pengusaha hotel dan transportasi untuk memberikan fasilitas akomodasi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di beberapa rumah sakit rujukan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga sedang menyiapkan buku panduan untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Sebagai turunan yang lebih detail dari protokol kesehatan yang telah diterbitkan Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata dia.

Panduan itu mencakup pengaturan hotel, restoran, destinasi wisata, homestay, hingga tour operator yang sekaligus diharapkan bisa mendapat dukungan dari UNWTO dalam penyelesaian acuan tersebut. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.