Minggu, 3 Juli 22

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api, Menhub Dorong Pelindo II

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api, Menhub Dorong Pelindo II
* Pelabuhan Tanjung Api-api. (Dok.Nusantara Maritime News).

Palembang, Obsessionnews.com – Pelabuhan Tanjung Api-api yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel),saat ini mengalami beberapa kendala.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kegiatan peninjauan Pelabuhan Tanjung Api-api, Sabtu (26/8/2017).

“Seperti kedalaman kolam yang dangkal, rata-rata 4-5m tergantung pasang surut air, sedimentasi di sekitar dermaga dan jalan akses yang belum beraspal,” ucap Menteri Budi seperti dikutip Obsessionnews.com dari situs resmi Kemenhub, Senin (28/8).

Ia menyampaikan akan mendorong PT. Pelindo II atau IPC untuk segera melakukan peningkatan kerjasama (dengan pihak investor) untuk percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api .

“Agar jangan sampai kehilangan momentum percepatan pengembangan pelabuhan Tanjung Api-api dan untuk tidak saling menunggu antara investasi terlebih dahulu atau pembangunan,” katanya.

Ada dua solusi alternatif pengembangan Tanjung Api-api, lanjut Budi, pertama dilakukan pengerukan hingga berkedalaman maksimal -10 m LWS.

“Alternatif kedua yaitu keberanian membangun. Harus berani melakukan pembangunan pelabuhan di Terminal Tanjung Carat yang lokasinya berada 15 kilometer dari Tanjung Api-api,” jelas Menhub.

Ia juga meminta IPC dan PT Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk membahas masalah percepatan pembangunan pelabuhan ini.

“Saya memberikan kesempatan untuk melakukan FS (Feasibility Study) dalam satu bulan ke depan dan melaporkannya paling lambat dua bulan ke depan, serta saya menunjuk Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut sebagai peninjau,” pungkas Menhub.

Pelabuhan yang kepengelolaannya di bawah UPT Teknis KSOP Kelas II Palembang dimaksud merupakan pelabuhan pengumpul yang memiliki panjang dermaga (50 x 20) m2 dengan kedalaman dermaga -3,5 m LWS. Pelabuhan Tanjung Api-api saat ini mampu menampung kapal dengan bobot 464 GRT

Pembangunan Pelabuhan ini sudah mendapatkan izin lingkungan AMDAL dari APBD 2004 Prov. Sumsel , RIP dari APBD tahun 2013 Sumsel dan SID dari APBD tahun 2008 Sumsel.

Adapun pembangunan tahun 2017 dilakukan melalui APBN, untuk kegiatan penyelesaian lapangan penumpukan dan jalan menuju dermaga. Adapun posisi saat ini sedang dilakukan mobilisasi material tiang pancang dan besi beton serta pematangan lahan untuk jalan.

Pelabuhan tersebut dibangun untuk melayani komoditas batubara dan diperkirakan tahun 2017 ini siap untuk dioperasionalkan.

Turut hadir dalam kunjungan kerja kali ini Sekretaris Jenderal Sugihardjo, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya, Sekretaris Daerah Sumsel, Nasrun Umar. (Hub/Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.