Selasa, 27 Oktober 20

Pemerintah Harus Serius Tangani Permasalahan AU

Pemerintah Harus Serius Tangani Permasalahan AU
* Ilustrasi perkelahian siswa SMA vs siswa SMP. (foto: beritacenter.com)

Jakarta, Obsessionnews.com Seorang gadis berinisial AU berusia 14 tahun yang merupakan siswi salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswi dari berbagai SMA di Bumi Khatulistiwa itu.

 

Baca juga:

Yohana Yembise Kecam Tindakan Pelaku Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Murid SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA

 

Akibat kekerasan yang dialaminya, AU harus dirawat intensif di Rumah Sakit Promedika. Peristiwa ini memicu keprihatinan warganet, mereka kemudian membuat petisi, selain itu tanda pagar #SaveAudrey juga menjadi trending topik di media sosial.

Sementara itu, organisasi kerelawanan dan kemanusiaan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) meminta negara segera hadir untuk memastikan pemulihan kesehatan dan psikologis bagi AU.

“Pemerintah dan aparat hukum harus segera bertindak. Apalagi, penganiayaan terhadap AU sudah terjadi pada Jumat 29 Maret 2019 lalu,” tegas Presiden MRI Syuhelmaidi Syukur dalam keterangan persnya kepada media di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Menurut Syuhelmaidi, korban dan pelaku sama-sama anak di bawah umur, kepada mereka harus diperlakukan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Tindakan hukum tetap harus berjalan,” ungkapnya

Dia juga menambahkan, para pelaku harus mendapatkan konseling. Hal itu dilakukan untuk memastikan pelaku tak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Sebab, tindakan perundungan di kalangan remaja tidak dapat dilihat sebelah mata. Apalagi sudah banyak menelan korban.

Pemerintah harus melihat ini sebagai persoalan serius. Jangan-jangan kasus ini merupakan fenomena gunung es. Karena banyak kasus korban bullying yang bahkan sampai depresi.

Untuk itu, MRI mengajak semua pihak untuk bersama mengevaluasi sistem pendidikan yang selama ini  berjalan.

Beberapa kemajuan di dunia pendidikan memang perlu diapresiasi. Tapi bagi MRI ada hal penting selain aspek akademis, yakni aspek mental spiritual. Jangan sampai akademisnya digenjot terus, tapi jiwanya kosong dari nilai-nilai spiritual.

Efeknya para pelajar akan mengalami kegamangan dan melampiaskan kegelisahannya pada hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, kekerasan, narkoba dan lain sebagainya.

Selain itu MRI juga meminta para orang tua untuk lebih mempererat lagi hubungan dan komunikasi keluarga. Sehingga ketika anak ada persoalan, mereka tidak segan bercerita meminta pendapat dari orang tuanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.