Selasa, 20 Oktober 20

Pemerintah Dorong Pertumbuhan Perusahaan Rintisan

Pemerintah Dorong Pertumbuhan Perusahaan Rintisan
* Menteri koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memimpin rapat koordinasi (foto : Humas Menko Ekuin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan dan adopsi teknologi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan menciptakan iklim kewirausahaan yang lebih baik termasuk mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan dari skala usaha mikro.

“Kami menyambut baik komitmen Grab Indonesia dalam menyelenggarakan Grab Ventures Velocity sebagai kegiatan tahunan di Indonesia dalam mendukung ekosistem perusahaan rintisan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Kamis (1/10/2020).

Pengembangan ekosistem kewirausahaan, lanjut Airlangga, sepatutnya menggunakan pendekatan Penta Helix (ABCGM) yang melibatkan Akademisi, Sektor Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media.

“Pengembangan kewirausahaan memerlukan sinergi antar stakeholder untuk saling mendukung dan menguatkan ekosistem kewirausahaan agar dapat berjalan secara komprehensif dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Pengembangan ekosistem kewirusahaan juga perlu didukung dengan peningkatan ekosistem digital khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi digital, industri, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menemukan alternatif solusi yang terbaik dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi digital dan transformasi digital di Indonesia.

Apalagi, kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia cukup besar, yaitu: 97% berkontribusi terhadap serapan tenaga kerja; 60,42% berkontribusi terhadap investasi; serta 14,37% berkontribusi terhadap ekspor.

Pandemi Covid-19 juga telah berpengaruh terhadap perdagangan di Indonesia yakni adanya shifting behavior pola perdagangan menjadi berubah, yang semula dilakukan secara luring (offline), saat ini dituntut untuk menjadi daring (online) agar usahanya tetap berjalan.

“Momentum ini tentunya perlu dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk bisa menyelenggarakan kegiatan berbasis online,” kata Menko Airlangga.

Menindaklanjuti berbagai dampak pandemi Covid-19 terhadap UMKM, Pemerintah telah meluncurkan kebijakan stimulus UMKM guna memperkokoh dan memberdayakan UMKM. Pemerintah juga terus memberikan dukungan tambahan kepada UMKM melalui kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus selama masa pandemi.

“Sebagai upaya meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran produk UMKM, Pemerintah juga telah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI),” tuturnya.

Melalui Program Gernas BBI tersebut, Pemerintah memfasilitasi peningkatan belanja produk UMKM melalui Laman UMKM pada e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Aplikasi Bela Pengadaan, mendorong belanja BUMN melalui Pasar Digital (PaDi) Indonesia, akses pembiayaan oleh Himbara secara digital melalui DigiKu pada platform e-commerce dan standarisasi pembayaran dengan metode QR Code melalui QRIS.

“Kami juga menyambut baik partisipasi serta dukungan dari pihak swasta, khususnya platform digital seperti Grab melalui program #TerusUsaha yang memberikan peluang bagi UMKM untuk lebih berdaya saing dengan memberikan akses teknologi, keterampilan, dan layanan digital,” jelas Airlangga.

Sebagai informasi, Program GVV merupakan salah satu program inkubasi start up Grab Indonesia yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan dan mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Di akhir sambutannya, Menko Airlangga mengapresiasi Grab Indonesia atas GVV ini. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi platform digital lainnya untuk bersinergi bersama Pemerintah dalam mensukseskan pengembangan ekonomi nasional. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.