Selasa, 9 Agustus 22

Parmusi Gelar Mukernas II di Jakarta

Parmusi Gelar Mukernas II di Jakarta
* Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam menyematkan lencana kehormatan kepada KH. Abah Raodl Bahar Bakry dan Prof. Dr. KH. Badruddin Subki di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II. (Foto: Edwin B/Obsessionnews)

Obsessionnews.com – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II, di salah satu hotel di Bilangan Kota Tua, Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Jumat (27/5/2022). Acara yang diikuti oleh pimpinan Pengurus Wilayah (PW), Dai-Dai, dan perwakilan DAIYAT Parmusi dari 26 provinsi ini dibuka oleh Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam.

Mengusung tema ‘Gerakan Dakwah Ilallah dalam bingkai NKRI sebagai Konsensus Kebangsaan’, Mukernas II akan diisi bahasan seputar strategi dakwah Parmusi yang berpijak pada manhaj dakwah Desa Madani.

Hadir dalam pembukaan Mukernas II Parmusi sejumlah tokoh nasional antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Anggota Dewan Perwakian Daerah (DPD) RI Fahira Idris yang juga resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PP DAIYAT Parmusi.

Anies Baswedan bahkan hadir sebelum Mukernas II Parmusi dibuka dalam kegiatan sarapan bersama Pengurus dan Dai Parmusi. Kedatangan Anies menambah keakraban dan suasana hangat Mukernas II Parmusi.

Pada kesempatan itu, Usamah menyematkan lencana kehormatan kepada KH. Abah Raodl Bahar Bakry dan Prof. Dr. KH. Badruddin Subki.

Lencana tersebut diberikan sebagai simbol penetapan KH. Abah Raodl sebagai Ketua Majelis Syariah PP Parmusi menggantikan KH. Suhada Bahri yang telah wafat pada 18 Februari 2022 lalu.

Sementara Prof. Dr. KH. Badruddin Subki yang merupakan guru besar Universitas Ibnu Khaldun Bogor ditetapkan sebagai Wakil Ketua Majelis Syariah PP Parmusi. (Poy)

Related posts

1 Comment

  1. Pingback: Keren! Jakarta Raih Gelar Pemenang Nasional OPCC Keempat Kalinya – Obsession News – Lucky Number

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.