Selasa, 18 Mei 21

Parah! Covid-19 di India Tembus 20 Juta, Oksigen Habis, Sulit Bakar Mayat

Parah! Covid-19 di India Tembus 20 Juta, Oksigen Habis, Sulit Bakar Mayat
* Covied-19 menyerang India. (Foto: Getty)

Pandemi virus Corona (Covid-19) di India semakin parah, kasus tembus 20 juta di tengah krisis oksigen, jumlah kasus diperkirakan jauh lebih tinggi. Pembakaran jenazah juga mengalami kesulitan karena kayu kayu sudah habis.

Meski India mencatat lebih dari 20 juta kasus Covid, namun pemerintah mengatakan kasus- penularan “melambat.”

India mencatat lebih dari 355.000 kasua pada Selasa (4/5/2021), turun dari 400.000 sehari yang tercatat pada 30 April.

Tetapi jumlah uji Covid juga turun dan memicu kekhawatiran bahwa kasus sesungguhnya jauh lebih tinggi.

Jumlah kasus di Maharashtra, negara bagian yang menjadi pusat gelombang kedua pandemi,

Namun di tengah ini semua, kekurangan oksigen masih menjadi masalah besar di sejumlah kota termasuk ibu kota Delhi.

Gelombang kedua pandemi India – dipicu oleh lemahnya protokol kesehatan dan banyaknya kerumunan orang di acara umum dan kampanye pemilu – mebuat rumah sakit kewalahan.

Tertundanya uji Covid, diagnosa dan kurangnya tempat tidur di rumah sakit dan obat-obatan juga menyebabkan meningkatnya kematian.

Angka kematian sejauh ini lebih dari 222.000.

Namun para pakar mengatakan angka kematian itu jauh di bawah angka yang sebenarnya dan tak sesuai dengan kesaksian orang-orang di lapangan. Banyak orang yang antre di krematorium sementara kayu-kayu untuk membakar jenazah juga habis.

Meminta bantuan tentara
Pemerintah di ibu kota India, Delhi, meminta bantuan tentara untuk mendirikan fasilitas perawatan intensif di tengah kekurangan oksigen yang dialami semua rumah sakit karena tingginya angka penularan.

Wakil menteri kepala Delhi, Manish Sisodia mengatakan sistem kesehatan ibu kota kewalahan dengan kasus baru sekitar 25.000 setiap hari. Sementara kasus di India mencapai lebih dari 400.000 dalam 24 jam, negara pertama di dunia yang mencatat kasus setinggi itu.

Mahkamah Agung India memerintahkan pemerintah federal memasok oksigen ke rumah sakit rumah sakit Delhi dengan batas waktu Senin malam (03/05) ini.

Di negara bagian Karnataka, sekitar 20 pasien Covid meninggal di rumah sakit namun pemerintah menyanggah laporan mereka semua meninggal karena kurangnya pasokan oksigen.

Banyak rumah sakit di Delhi, India, mulai mengalami kekurangan stok oksigen sejak dua pekan yang lalu. Krisis itu, akibat terus bertambahnya penderita Covid India, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Sedikitnya 12 pasien, termasuk seorang dokter, meninggal ketika rumah sakit terkemuka di kota itu kehabisan oksigen pada hari Sabtu (01/05). Di luar rumah sakit, keluarga pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit berjuang mati-matian untuk mendapatkan silinder oksigen portabel – kadang-kadang harus mengantre hingga 12 jam.

Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat.

Seorang dokter menyebut situasinya menakutkan. Dia menjelaskan: “Setelah Anda menggunakan tangki utama Anda, tidak ada lagi yang dapat digunakan.”

Situasinya lebih buruk lagi di rumah sakit-rumah sakit kecil yang tidak memiliki tangki penyimpanan dan harus mengandalkan silinder besar.

Dan, krisis oksigen ini terjadi ketika kasus virus corona terus meningkat.

Delhi sendiri melaporkan lebih dari 25.000 infeksi baru dan 412 kematian pada hari Minggu (2/5/2021).

Sementara itu, India sepanjang akhir pekan kemarin mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejak pandemi virus corona dimulai, dan menjadi negara pertama di dunia yang mencatat lebih dari 400.000 kasus baru dalam satu hari. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.