Selasa, 9 Maret 21

Pandemi Covid-19 Ubah Pola Konsumsi Masyarakat, Industri Makanan Perlu Berinovasi

Pandemi Covid-19 Ubah Pola Konsumsi Masyarakat, Industri Makanan Perlu Berinovasi
* Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi Covid-19, antara lain melakukan vaksinasi.

 

Baca juga:

Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Harus Sesuai Prosedur

Polri akan Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax Terkait Vaksin Covid-19

Sukmo Harsono Siap Jadi Dubes Pertama yang Divaksin Covid-19

 

Menghadapi masa transisi pascapandemi Covid-19 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri makanan dan minuman menyiapkan diri untuk menyambut konsumsi masyarakat yang diprediksi bakal meningkat setelah adanya vaksin. Sektor strategis ini diperkirakan dapat tumbuh positif pada tahun 2021, mengingat produk makanan dan minuman sangat dibutuhkan masyarakat.

 

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengemukakan, pandemi yang telah berlangsung hampir satu tahun ini telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang terbiasa pergi berbelanja ke pasar, saat ini mengubah cara untuk mendapat kebutuhannya dengan lebih banyak memanfaatkan jasa pengiriman daring.

 

“Sedangkan masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan di restoran, lebih memilih untuk membungkus makanan atau memesan makanannya secara online,” ungkapnya di Jakarta seperti dikutip obsessionnews.com dari website Kemenperin.

 

Menurut Rochim, adanya perubahan pada pola konsumsi tersebut juga menuntut sektor industri makanan dan minuman untuk lebih aktif dalam pengembangan inovasi sehingga memudahkan masyarakat bisa mengonsumsi dengan memperhatikan protokol kesehatan serta menjaga kebersihan dan rasa makanan. “Sektor yang paling dekat dengan masyarakat ini memang sudah seharusnya memanfaatkan teknologi guna memudahkan konsumennya,” ujar Rochim.

 

Bahkan perubahan pola konsumsi masyarakat pun berkaitan dengan perubahan sistem pemasaran, logistik, dan produksi pada industri makanan-minuman.

“Misalnya di bidang pemasaran perlu dilakukan inovasi pengembangan teknologi digital kepada produsen,” tandasnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.