Selasa, 22 September 20

Menteri Susi: Kalau Takut Laut Bagaimana Menjadi Poros Maritim Dunia

Menteri Susi: Kalau Takut Laut Bagaimana Menjadi Poros Maritim Dunia
* Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara resmi membuka acara Perlombaan Renang pada Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Klub Selam Indonesia di Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (17/11/2018).

Pangandaran, Obsessionnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara resmi membuka acara Perlombaan Renang pada Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Klub Selam Indonesia di Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (17/11/2018).

Menteri Susi mengatakan kepada peserta, olahraga laut merupakan hal yang penting dan dapat dijadikan sebagai sarana membangun sumber daya manusia untuk mendorong misi pemerintah menjadikan Indonesia poros maritim dunia.

“Melaksanakan olahraga laut ini memang sangat penting, karena apa? Karena Indonesia itu sekarang misinya ingin menjadi poros maritim dunia. Berarti itu kita harus bisa memperhitungkan,” ujar Susi.

“Kalau orangnya saja tidak mau, tidak suka laut, apalagi takut sama laut, bagaimana menjadi poros maritim. Itu awal dari misinya,” tandasnya.

Menteri Susi juga mengingatkan kembali pada salah satu tujuan pemerintah, yakni menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. “Kita harus cintai, mulai jaga dan rawat laut kita,” lanjut Menteri Susi.

Dia menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang mengikuti salah satu kompetisi terbesar di Jawa Barat ini. “Nah adik-adik tadi atlet yang tampil luar biasa. Ibu surprise dengan kecepatan kalian berenang,” tuturnya.

Masyarakat diminta agar dapat terus mencintai laut dengan beberapa aksi kecil tapi dapat dilakukan secara berkesinambungan. “Mencintai (laut) itu, membuat anda harus sering ke laut. Datang, bermain di air. Berenang. Jangan takut sama laut,” ungkapnya.

“Yang kedua menjaga, kalau ada yang mau merusak laut, nangkap ikan pake bom, pake trawl, jaring cantrang, harus dihentikan. Yang ketiga merawat, jangan buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Menteri Susi menghimbau agar pemerintah daerah dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai tata kelola kebersihan di perairan Pangandaran, termasuk larangan menggunakan botol plastik sekali pakai.

“Sekarang Pak Jeje tolong dibuatkan Perda. Bali sudah bikin perda, mulai 1 Januari 2019 tidak boleh lagi ada kantong kresek atau botol plastik sekali pakai. Di Pangandaran harus bisa” ujar Menteri Susi.

Ia juga menegaskan, jika penggunaan plastik terus dilakukan maka seluruh saluran drainase di Pangandaran akan tertutup sampah plastik dan akhirnya dapat menyebabkan banjir.

Tidak hanya itu, kepada para peserta lomba Menteri Susi berpesan agar terus melatih kemampuannya. “Terus latihan dan jangan putus asa. Yang kalah, tahun depan harus menang. Yang menang usaha lagi untuk mempertahankan prestasinya,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengungkapkan acara ini akan menjadi magnet wisata Pangandaran sekaligus ruang pembinaan bagi atlet renang untuk menyiapkan atlet yang kompeten.

“Acaranya memang luar biasa. Acara ini menjadi ruang pembinaan bagi atlet atlet renang. Yang kedua menjadi even wisata yang bagus. Panitia nanti promosi, kalau perlu skalanya internasional. Saya kira banyak peminatnya,” ungkapnya.

“Yang ketiga, benar kata Bu Menteri, sebagai aksi cinta laut. Laut harus bersih, tidak boleh membuang sampah karena merupakan slaah satu sumber kehidupan kita juga,” tambahnya.

Ketua Penyelenggara, Hadid Suherman mengatakan, kejuaraan ini untuk membina dan meningkatkan minat dan prestasi olahraga selam di Jawa Barat. Hal itu, dilakukan sejak dini sekaligus dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan selam di tingkat nasional serta persiapan dalam menghadapi PON XX 2020 di Papua.

Laut di Pantai Pangandaran, ucapnya, memiliki potensi yang sangat besar, terutama bawah laut. “Ini untuk menjadikan Kabupaten Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata bawah air nasional yang dimiliki Jawa Barat,” katanya.

Adapun kelompok peserta renang terbagi beberapa KU (Kelompok Umur), yaitu KU Senior (18 Tahun ke atas) kelahiran tahun 2000 dan KU Junior B (15-17 tahun) kelahiran tahun 2001-2003, KU Junior C (12-14 tahun) kelahiran tahun 2004-2006, KU Junior D (10-11 tahun) kelahiran tahun 2007-2008, KU Junior E (9 tahun kebawah) kelahiran tahun 2009. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.