Senin, 6 Juli 20

Menteri LHK dan Setapak Perkuat Perempuan Lokal

Menteri LHK dan Setapak Perkuat Perempuan Lokal
* Sebanyak 80 orang perwakilan masyarakat, yang merupakan mitra Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK) mengadakan dialog dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK, Siti Nurbaya di gedung Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (28/3/2018). Foto: Fortune PR

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebanyak 80 orang perwakilan masyarakat, yang merupakan mitra Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola (Setapak) mengadakan dialog dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Para perwakilan yang memakai pakaian adat ini menyampaikan kepada  Siti berbagai inisiatif dan memfasilitasi pejuang-pejuang keadilan gender dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA). Tak hanya itu, peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan sangat penting.

“Hutan dan lahan memiliki nilai sosial, budaya dan merupakan bagian dari eksistensi kehidupan perempuan. Nilai-nilai tersebut patut dijaga dan dipertahankan,” kata Siti dalam dialog tersebut di gedung Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Terkait hal ini, Kementerian LHK akan terus memberikan perhatian penuh terhadap hal ini sesuai dengan amanat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).

Berbagai inisiatif Setapak telah dijalankan oleh beberapa organisasi masyarakat sipil mitra The Asia Foundation (TAF) yang terdiri dari LBH Aceh, MATa, Qbar,WALHI Sumsel,  Aman Mentawai, PBHK, SP Palembang, Sp Nasional, JATAM Kaltim, AMAN Kaltim, PBHK, AMAN Kalbar, JARI, PPK, Sikola Mombine, YMP, Paradisea dan PtPPMA.

Direktur Program Setapak Lili Hasanuddin mengatakan, bahwa TAF bersama mitra-mitranya melalui program Setapak secara terus-menerus telah berupaya memperkuat kapasitas masyarakat termasuk perempuan lokal. Hal ini untuk mewujudkan tata kelola hutan dan lahan yang berkeadilan gender serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia

“Diantaranya dengan melakukan “Temu nasional pejuang keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan sumber daya alam”. Pertemuan ini diharapkan akan menjadi ruang bagi calon pemimpin perempuan dengan dukungan kelompok laki-laki untuk meningkatkan kapasitas dan berbagi strategi terkait advokasi dalam mendorong tata kelola hutan dan lahan yang berkeadilan gender,” ungkap Lili.

Lili yakin bersama 68 mitra SETAPAK yang terdiri dari civil society organization (CSO) dan lembaga penelitian di level nasional dan 10 provinsi lokasi utama program akan semakin mengokohkan peranannya dalam memperjuangkan keadilan gender dan kesetaraan khususnya bagi kaum perempuan.

Seperti diketahui, hutan dan lahan merupakan faktor produksi yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia terutama dalam sektor pertanian. Sebagai negara agraris, pertanian merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia dan hampir 60% yang mengelola pertanian tersebut adalah perempuan.

Meskipun perempuan mempunyai peran dan pengetahuan yang sangat baik dalam setiap tahapan pengelolaan lahan, namun tidak dianggap referensinya. Melalui forum dialog KLHK dan para mitra SETAPAK ini, diharapkan akan tercipta ruang konsultasi oleh Kementerian LHK dan dari kelompok aktivis perempuan ini. (Popi)

 

Baca juga:

Menteri LHK: Masyarakat Berpikirnya yang Penting Sampah Tidak di Halaman Rumah

Parmusi dan Kementerian LHK Siap Bangun Desa Madani

Di Bawah Permen LHK No. P.39/2017, Petani Miskin Jawa Tak Akan Jual Beli Tanah Garapan

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.