Menteri Bintang Berharap Seluruh Perempuan Jangan Berhenti Belajar

Menteri Bintang Berharap Seluruh Perempuan Jangan Berhenti Belajar
Jakarta, obsessionnews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, perempuan memiliki potensi ekonomi. Dengan jumlah yang mencapai 49,42 persen penduduk Indonesia (Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik 2020), potensi perempuan di bidang ekonomi, khususnya kewirausahaan harus dimaksimalkan.   Baca juga:Bintang Puspayoga Menteri yang Hobi Main Tenis MejaKunjungi Lombok Utara, Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Anyaman KetakBintang Puspayoga Buka Pelatihan Koperasi dan UKM di Perbatasan Kaltara   “Pemberdayaan ekonomi merupakan langkah dasar untuk memberdayakan diri individu perempuan. Dengan memiliki pendapatan, perempuan dapat membebaskan diri dari ketergantungan, lebih mampu mengambil keputusan atas kepentingan terbaik perempuan dan anak, serta meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Menteri Bintang dalam Webinar “Merayakan Keragaman Perempuan bekerja” dan peluncuran kampanye “Muslimah Bekerja” yang digelar Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) secara daring seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Kamis (25/3/2021). Pada gilirannya, lanjutnya, hal ini dapat memperkuat ekonomi dan memastikan kesetaraan dan kemajuan bangsa. Halaman selanjutnya Untuk memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, Kementerian PPPA memfokuskan diri pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga, perempuan pra sejahtera, dan perempuan penyintas, baik penyintas kekerasan maupun bencana. “Perempuan yang berdaya akan terus berinovasi dan berpikir kreatif demi mencapai kemandirian untuk dirinya. Maka saya berharap bagi seluruh perempuan janganlah berhenti belajar dan terus berjuang. Yakinlah bahwa perjuangan kita akan menghasilkan kesetaraan,” tutur Bintang. Dia yakin pemberdayaan dan kesetaraan bagi perempuan hanya dapat tercapai jika berbagai pihak tidak bekerja sendiri melainkan bekerja bersama dan bersinergi. Halaman selanjutnya Dalam kesempatan tersebut Bintang juga turut mengapresiasi Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) yang telah melakukan studi kuantitatif dan kualitatif indeks penerimaan perempuan bekerja, dan kampanye “Muslimah Bekerja”. Menurutnya, hal ini akan mendorong meningkatnya peran perempuan sebagai sosok yang tangguh bagi perekonomian bangsa. Sementara itu Ibu Negara keempat RI Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menjelaskan tiga hal pokok yang menjadi tantangan dan harus diselesaikan bersama dalam memilih peluang dan memanfaatkan kesempatan bagi kaum perempuan. Pertama, kesetaraan upah antara laki-laki dan perempuan, terutama di sektor informal. Kedua, etos kompetisi dan peningkatan kualitas bagi perempuan. Ketiga, pemahaman keagamaan yang sempit dan dangkal. Halaman selanjutnya “Dibutuhkan peningkatan skill dan profesionalitas bagi perempuan agar memiliki kualifikasi yang tinggi sehingga mampu berkompetisi. Ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi kaum perempuan. Artinya meski kesempatan sudah terbuka, berbagai lapangan pekerjaan terbuka, tetapi jika kaum perempuan tidak mampu memanfaatkan dengan meningkatkan kualitas diri dan tidak ada daya dukung sosial di keluarga, maka dengan sendirinya perempuan akan tersingkir,” tutur Sinta. Webinar “Merayakan Keberagaman Perempuan Bekerja” ini juga menghadirkan perempuan yang telah berhasil menjadi perempuan bekerja maupun mereka yang telah membantu agar perempuan dapat berdaya dan terlibat dalam melakukan aktivitas ekonomi untuk kebutuhan keluarganya, yakni Nani Zulminarni dari Pekka (Pendiri Perempuan Kepala Keluarga), Savic Ali (Founder Islami.co), Mutiara Anissa (Insiator Pandemi Talks), Rinawati Prihatiningsih (Enterpreneur, Anggota IWAPI) dan Zukhrufah DA (Penulis). (ARH)