Rabu, 29 September 21

Menteri Agama Ngotot ke Saudi

Menteri Agama Ngotot ke Saudi
Rapiudin
Jakarta– Meski Pemerintah Arab Saudi telah menutup pintu negosiasi dan pemotongan kuota haji 20 persen telah final, namun hal itu tak menyurutkan langkah Pemerintah Indonesia untuk tetap menyambangi Tanah Suci. Kedatangan delegasi Indonesia ke negeri tersebut untuk membahas dampak pemotongan kuota haji, menyampaikan surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Raja Abdullah, dan mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah haji.
Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali. Ikut bersama Menag ke Arab Saudi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu, Slamet Effendi Yusuf dan Imam Ad-Daruqutni dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), serta beberapa anggota DPR, termasuk Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziyah.
Upaya untuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi sebenarnya akan dilakukan Sabtu (22/6).  Kala itu, Menteri Agama Suryadharma Ali sudah bersiap-siap hendak terbang ke Tanah Suci. Namun, langkah itu urung dilaksanakan lantaran datang  surat dari Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi, Bandar bin Muhammad Haiar, yang dibawa Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Informasi yang termuat didalam surat itu menyebutkan bahwa pemotongan kuota jamaah haji sebesar 20 persen sudah final.
Ihwal keberangkatan Menag Suryadharma Ali bersama rombongan ke Arab Saudi dibenarkan Sekjen Kementerian Agama  Bahrul Hayat. “ Menteri telah berangkat Minggu siang,” katanya  di Jakarta.

Bahrul Hayat menjelaskan,  keberangkatan Menag ke Arab Saudi adalah untuk membahas dampak pemotongan kuota haji 20 persen, termasuk dalam kaitannya dengan persoalan catering, pemondokan, angkutan jamaah haji, dan potensi kerugian Indonesia sebesar Rp 800 miliar. Hal lainnya adalah mematangkan persiapan jamaah haji Indonesia dari Tanah Air hingga di  Tanah Suci.

Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Zubaidi menambahkan, selain membahas dampak pemtongan kuota haji, misi Menag dan rombongan ke Arab Saudi untuk menyampaikan surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Raja Abdullah.

Zubaidi menambahkan, Menag juga akan membahas soal kompensasi dari pengurangan kuota haji tahun ini. Jika kompensasinya dalam bentuk tambahan kuota pada musim haji tahun depan, maka antrian calon jamaah haji calon jamaah haji tidak semakin panjang akibat pengurangan kuota tahun ini.

Seiring  dengan ditutupnya pintu negosiasi untuk membatalkan pengurangan kuota haji, Kementerian Agama masih mempunyai tiga opsi yang akan dibahas. Pertama, meminta agar visa untuk calon jamaah haji non kuota yang biasanya dialokasikan oleh Pemerintah Arab Saudi agar bisa dimasukkanke dalam kuota. Kedua, meminta kompensasi atas potensi kerugian Pemerintah Indonesia akibat kebijakan pemotongan kuota haji 20 persen yang mencapai Rp 800 miliar. Dan ketiga, meminta kuota haji Indonesia pada 2014 ditambah 20 persen dari kuota dasar yang ditetapkan sebesar 211.000 calon jamaah.

“ Memperjuangkan penambahan kuota haji untuk tahun-tahun berikutnya juga sangat agar dapat meminimalkan dampak pengurangan kuota haji tahun ini. Itu sebabnya Menag berangkat ke Saudi  meski pemotongan kuota 20 persen sudah final,”  ujar Zubaidi.

Dari DPR, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, pengurangan kuota haji bagi Indonesia sangat terasa dampaknya, terutama secara psikologis dan sosial. Apalagi, calon jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Karena itu, Pemerintah Arab Saudi harus mempertimbangkan dampak-dampak tersebut.o

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.