Sabtu, 19 Oktober 19

Menguak Sumber Uang yang Disita KPK dari Ruang Kerja Menag

Menguak Sumber Uang yang Disita KPK dari Ruang Kerja Menag
* KPK menyita uang dan dokumen dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Jawapos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang saat melakukan penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan ruang lainnya di Kementerian Agama pada Senin (18/3/2019). Penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

 

Baca juga:

Kemenag Usulkan 20.790 Formasi untuk Seleksi PPPK

Kemenag dan DPR Sepakat Biaya Haji Tak Naik

Berbeda dengan Mahfud, BPN Tuding Rommy Dijebak

Kasus Rommy Ujian Terberat PPP Jelang Pilpres dan Pileg

 

KPK menyebut jumlah total uang yang disita dari ruang kerja Menag Lukman adalah Rp 180 juta dan USD 30 ribu. Lembaga antirasuah itu akan menelusuri ada-tidaknya kaitan duit ratusan juta di ruang Menag Lukman Hakim dengan perkara dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag.

“Kemarin sudah dilakukan penyitaan uang yang ditemukan di laci meja ruang kerja Menteri Agama. Uang tersebut akan diklarifikasi juga tentunya. Jumlahnya Rp 180 juta dan USD 30 ribu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Selasa (19/3/2019).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Nantinya peruntukan uang itu akan diklarifikasi langsung kepada Lukman. “KPK juga mengingatkan pihak-pihak terkait untuk bersikap kooperatif. Jadi harapannya semua pihak bersikap kooperatif dalam penanganan perkara ini agar prosesnya bisa kita letakkan hanya sebagai sebuah proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” sebut Febri.

Temuan uang di ruang kerja Menteri Lukman ini ikut menyita perhatian publik, salah satunya dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Belum diketahui pasti dari mana sumber uang yang ditemukan KPK. Namun JK menyebut uang yang tersimpan di ruang kerja itu sebagai hal yang lazim. JK meyakini uang itu adalah bersumber dari dana operasional untuk menteri.

“Lazim dong, selalu ada namanya kas kecil (di ruang kerja) iya kan. Dan menteri itu juga ada dana operasionalnya, dan itu kas dana operasionalnya (menteri),” ujar JK. 

JK melanjutkan setiap pejabat pasti menyimpan uang di ruang kerjanya. Dana kas itu disiapkan oleh pejabat yang bersangkutan untuk keperluan hal-hal penting. “Kalau kantor saya digeledah pasti ada uangnya, pastilah, masa sekretaris tidak pegang uang, kalau tiba-tiba mau pergi belanja macam-macam, mau beli sesuatu,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Keyakinan yang sama juga dikemukakan Waketum PPP Arwani Thomafi. Menurut Arwani, duit tersebut merupakan honor yang diterima Lukman sebagai Menag ketika datang ke sebuah acara. Dia mengatakan informasi tersebut disampaikan secara langsung ke DPP PPP.

“Memang kami diinfokan bahwa itu uang-uang honor, honor sebagai menteri. Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara narasumber, itu kan ada honornya semua,” jelas dia.

Karena itu, dia meminta semua pihak tidak berprasangka buruk terhadap Menag. Arwani mengingatkan agar mempercayakan proses hukum itu kepada KPK. “Kalau punya uang ratusan langsung diasumsikan terus itu uang korupsi ya, nggak bisa dong,” kata Arwani.

KPK menangkap Rommy karena diduga menerima suap dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim) Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Rommy diduga mengatur proses pengisian jabatan untuk keduanya.

KPK menyebut Haris Hasanuddin menyetor uang Rp 250 juta ke Rommy. Sedangkan Muafaq memberikan uang Rp 50 juta pada Jumat (15/3/2019) sebelum akhirnya dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Rommy sudah mendekam dalam tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.