Rabu, 18 September 19

Berbeda dengan Mahfud, BPN Tuding Rommy Dijebak

Berbeda dengan Mahfud, BPN Tuding Rommy Dijebak
* Romahurmuzy ditahan KPK. (Foto: Fajar.co)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno ikut menuding kasus yang menjerat Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) adalah jebakan politik, mengingat tingginya biaya Pilpres.

“Saya percaya Mas Rommy dijebak. Saya percaya mas Rommy memang dijebak oleh jabatan politiknya, oleh tanggung jawabnya untuk membiayai kegiatan politiknya,” kata Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center BPN, Senin (18/3/2019).

“Jadi Mas Rommy emang dijebak, dijebak kepentingan politik, biaya politik tinggi, saya yakin Mas Rommy akan banyak belajar dalam proses ini,” tambahnya.

 

Baca juga:

Kasus Rommy Ujian Terberat PPP Jelang Pilpres dan Pileg

Soal Kasus Rommy, JK dan Erick Thohir Beda Pandangan

Rekam Jejak Kasus Rommy di KPK

 

Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Diduga pria yang akrab disapa Rommy itu menerima duit total Rp 300 juta untuk membantu meloloskan kelulusan hasil seleksi.

Selain Rommy, dua orang lainnya yang menjadi tersangka adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Kedua orang ini yang diduga sebagai pemberi suap kepada Rommy.

Saat setelah keluar dari pemeriksaan KPK, Rommy mengaku dirinya dijebak terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Tak hanya itu, Rommy juga memberikan kertas berisi tulisan pernyataannya.

“Saya merasa dijebak tapi detail ada di sini (tulisan kertas),” kata Rommy saat keluar dari gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Sabtu (16/3).

Sementara itu, Mahfud MD menjelaskan alasan kenapa menurutnya Rommy tidak mungkin dijebak dalam kasus OTT oleh KPK. Dalam akun twitternya dia mengatakan alasannya karena pertemuan diatur sendiri oleh Rommy, bukan oleh KPK.

“Tak mungkin Romy dijebak. Dia kan ngatur sendiri pertemuannya di situ dgn orang2 yg akan menemui/ditemuinya. Bkn @KPK_RI yang ngatur, kan? Kalau dijebak kan ketahuan siapa saja yang ngajak dia ke situ. Ya tinggal ditunjuk saja, siapa mereka. Yang benar, seperti yang saya bilang, Romy itu dijejak,” tulisnya.

Mahfud MD juga mengatakan kasus Rommy tidak berkaitan dengan pilpres Tak mungkin Romy di-OTT karena permainan Tim Prabowo. Tak mungkin pula Romy di-OTT atas perintah Tim Jokowi. @KPK_RI itu independen.

“Ini murni soal hukum dan masih akan berseri setelah pilpres, siapa pun yg menang. Percayalah, coming soon,” tambahnya.

Dia juga menyatakan rasa ibanya pada Rommy karena sudah terhukum secara moral dan sosial. “Saya akan ngawal ketat di penegakan hukumnya saja agar tak berbelok,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.