Selasa, 4 Agustus 20

Mengenal Sir William Henry Perkin yang Jadi Google Doodle

Mengenal Sir William Henry Perkin yang Jadi Google Doodle
* Sir William Henry Perkin. Foto: trc-leiden

Jakarta, Obsessionnews.com – Laman Google Doodle, Senin (12/3/2018) menampilkaan sosok  Sir William Henry Perkin kelahiran 12 March 1838. Ia ahli kimia asal Inggris yang mempengaruhi  industri tekstil saat ini.

Kala itu dunia tekstil masih kesulitan memproduksi pewarna, khususnya untuk warna ungu yang dulu terkenal mahal. Ini bermula William Perkin menemukan pewarna sintetis secara tidak sengaja saat sedang bersih-bersih laboratorium usai melakukan eksperimen untuk membuat quinine (obat malaria) sintetis pada 1856.

Penemuan perdananya itu diberi nama Mauveine. Penjualannya Mauveine laku keras di pasaran. Sampai Ratu Inggris Victoria mengenakan gaun ungu yang diwarnai dengan mauveine saat berada di Royal Exhibition tahun 1862.

William Perkin dianugerahi gelar bangsawan “Sir” pada 1906. Dia meninggal dunia setahun setelahnya karena pneumonia dan komplikasi lain.

Ia juga pria pertama kali dianugerahkan ‘Perkin Medal’ atau medali perkin pada 1906 silam sebagai peringatan 50 tahun penemuan ungu muda (mauveine) oleh sang ahli kimia asal Inggris tersebut.

Pada tahun 1908, atau setahun setelah kematian Sir, pemberian ‘Perkin Medal’ menjadi ajang penghargaan tahunan oleh Society of Chemical Industry (SCI). Penghargaan dari SCI menjadi penghargaan tertinggi dalam industri kimia Amerika Serikat.

Sebuah penghargaan diberikan kepada para ilmuwan yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia, terutama terkait peningkatan ekonomi dan juga kualitas hidup.

Tercatat hingga 2017 lalu, total terdapat 109 ahli kimia yang telah dianugerahi medali atas nama Sir William Henry Perkin.

Berita tentang Sir William Henry Perkin  menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia, Seniin  (12/3), hingga pukul 14.05 WIB, berita tersebut dicari lebih dari 100.000 kali. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.