Sabtu, 25 September 21

Mendagri: Pancasila Perlu Diajarkan Secara Kontekstual

Mendagri: Pancasila Perlu Diajarkan Secara Kontekstual
* Mendagri Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pancasila sebagai warisan terbesar bangsa Indonesia tidak benar-benar dipahami sebagai alat untuk pemersatu bangsa. Bahkan, belakang kehadiran Pancasila sebagai ideologi bangsa dianggap semakin pudar. Keadaan ini diakibatkan beberapa hal.

“Karena tidak dituturkan dari generasi ke generasi dengan baik,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Senin (5/6/2017).

Ia mengatakan, problem kebangsaan di negeri ini masih berkutat pada kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan kerusakan sumber daya alam. Hal itu siperparah dengan mengutnya paham radikalisme, minimnya intoleransi, individualisme dan lain sebagainya.

“Masih menyisakan kemiskinan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan fisik, sosial dan budaya,” imbuh Tjahjo.

Padahal menurutnya, Pancasila adalah sebuah ideologi bangsa yang sakti. Karena itu, meminta kepada masyarakat untuk benar-benar memahami makna Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa ada paksaan.

“Dengan menggunakan cara-cara andragogi yang membuat peserta menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Pancasila perlu diajarkan secara kontekstual. Tidak sekedar hafalan,” kata Tjahjo.

Terakhir, masyarakat perlu waspada dengan kelompok-kelompok tertentu. Bisa jadi, mereka adalah kepanjangan tangan dari negara oportunis yang mencoba menggerogoti Pancasila.

Bangsa-bangsa tersebut yang paling diuntungkan jika nantinya Indonesia tak patuh kepada Pancasila. Pasalnya, mereka bisa mudah memburu sumber daya alam (SDA) negeri ini.

“Bangsa-bangsa tersebut pasti berkolaborasi dengan kelompok-kelompok kepentingan yang oportunis di dalam negeri, yang menggunakan berbagai atribut,” pungkas Tjahjo. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.