Minggu, 27 November 22

Menag: Pesantren Senantiasa Mentransmisikan Pemahaman Islam yang Ramah

Menag: Pesantren Senantiasa Mentransmisikan Pemahaman Islam yang Ramah
* Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat menjadi narasumber dalam International Seminar on Islamic Education & Peace, Jakarta, Senin (29/11/2021). (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com –  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam International Seminar on Islamic Education & Peace (ISIEP) 2021 secara daring, di Jakarta, Senin (29/11/2021).

 

Baca juga:

Kisah Gadis yang Suka Berpesta dan Memilih Masuk Islam

Menteri Yaqut dan Menteri Urusan Islam Arab Saudi Bahas Promosi Moderasi Beragama

Pemenang Nobel Perdamaian Nikah Secara Islam di Inggris

 

Dalam acara yang diselenggarakan hasil kerja sama Universitas Islam Raden Rahmat Malang dengan Universiti Teknologi Malaysia ini Menag mengatakan, pesantren adalah lembaga pendidikan keislaman yang khas asli (indigenous) Indonesia.

“Di samping berkarakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak ektrim,” tuturnya.

Menurutnya, pesantren selama ini juga telah memainkan perannya sebagai penjaga kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

“Pesantren mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Karenanya pesantren didorong untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang moderat,” ujar Menag di hadapan 800 peserta yang hadir.

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki karakter damai, santun, toleran, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

Setidaknya terdapat empat teori masuknya Islam ke Indonesia. Pertama, teori India (Gujarat). Kedua, teori Arab (Makkah). Ketiga, Persia (Iran). Keempat, teori Tiongkok.

Tampil lebih dari 70 presenter dari berbagai negara (Indonesia, Malaysia, Nigeria, Thailand, Filipina, Pakistan), antara lain  Anshari Pangaga Ali dari Mindanao State University Filipina, Imam Suprayoga dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Indonesia, Hamdan bin Said dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Rafiu Ibrahim Adebayo dari Federal College of Education Nigeria. (red/arh)

Sumber: kemenag.go.id

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.