Minggu, 8 Desember 19

Material Center di Bandung Pacu Daya Saing dan Produktivitas IKM Nasional

Material Center di Bandung Pacu Daya Saing dan Produktivitas IKM Nasional
* Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pendirian material center untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pendirian material center untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, khususnya mereka yang menghasilkan alat perkakas pertanian. Peran pusat bahan baku tersebut diyakini mampu memacu daya saing dan produktivitas IKM nasional.

 

Baca juga:

Kemenperin Proaktif Fasilitasi Pelaku IKM Perhiasan Perluas Akses Pasarnya  

Kemenperin Dorong IKM ‘Goes Digital’

IKM Batik Jadi Tombak Ekonomi Kerakyatan

 

“Material center di Sentra Mekarmaju itu merupakan unit usaha di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dibentuk untuk menguatkan rantai pasok. Sekaligus juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari supplier bahan baku,, yaitu pesanan yang kontinyu dan kompetitif dalam memenuhi Minimum Order Requirement (MOQ),” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta melalui keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Gati mengungkapkan, selama ini tantangan yang kerap dihadapi oleh pelaku IKM logam, terutama produsen alat perkakas pertanian, adalah ketersediaan bahan baku yang memenuhi standar, harga bahan baku, serta terkait logistik pengiriman bahan baku dari pemasok, dan pengiriman produk jadi kepada konsumen.

“Oleh karena itu kami mengapresiasi adanya material center di Sentra Mekarmaju, karena telah berhasil bermitra dengan PT Kawan Lama Sejahtera, yang telah memberikan order tahap pertama sebanyak 1.250 unit cangkul proyek. Ke depannya akan diperluas lagi produk perkakas pertanian lainnya seperti sekop, sabit dan garu,” ungkapnya.

Gati optimistis, kehadiran material center dapat membawa kemajuan bagi perkembangan sektor IKM alat perkakas pertanian di dalam negeri. Apalagi saat ini sektor pertanian dan perkebunan memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setelah sektor industri pengolahan.

“Industri perkakas pertanian berperan penting dalam upaya peningkatan produktivitas sektor tersebut, sehingga mampu menjadi penggerak perekonomian khususnya daerah terpencil,” imbuhnya.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM perkakas pertanian yang tersebar di Indonesia sebanyak 12.609 unit usaha, di mana lebih dari 3.000 unit usaha di antaranya merupakan IKM produsen cangkul. Adapun kebutuhan cangkul sendiri sebanyak 10 juta unit per tahun. Di Kabupaten Bandung, terdapat 352 IKM perkakas pertanian, dengan 235 IKM di antaranya berlokasi di Desa Mekarmaju. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.